Advertisement

Jadi Idola di DIY, Pasokan Kopi Ternyata 90% dari Luar Daerah

Abdul Hamied Razak
Selasa, 27 September 2022 - 07:27 WIB
Arief Junianto
Jadi Idola di DIY, Pasokan Kopi Ternyata 90% dari Luar Daerah Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Tingkat produksi kopi di DIY masih rendah dan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Diperkirakan ada 90% kopi yang ada di DIY, ternyata masih dipasok dari luar DIY.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Sugeng Purwanto mengakui kecepatan konsumsi kopi di DIY belum dapat diimbangi dengan kecepatan produksi komoditas tersebut.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kopi di DIY, pelaku usaha masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. "Kebutuhan kopi DIY baru bisa tercukupi 10 persen, sisanya 90 persen tercukupi dari luar DIY," katanya, Sabtu (24/9/2022).

Untuk menambah pasokan, pemerintah terus berupaya menggenjot produksi tanaman kopi. Salah satunya adalah dengan menanam 50.000 batang tanaman kopi lereng Merapi, tepatnya di Dusun Petung, Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Sabtu lalu.

Puluhan ribu batang tanaman kopi yang merupakan hasil hibah dari Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut diberikan kepada 20 kelompok tani di Kapanewon Cangkringan, Turi, dan Pakem, Kabupaten Sleman.

“Tanaman kopi tersebut akan ditanam lahan perkebunan se luas 50 hektare,” ucap Sugeng.

BACA JUGA: PLN Kenalkan Electrifying Lifestyle di Car Free Day Semarang

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019-2021, produksi tanaman kopi di DIY hanya 0,50 ton per tahun.

Advertisement

Sugeng menjelaskan, jenis kopi yang berkembang di DIY khususnya Kabupaten Sleman adalah jenis robusta dan arabika. Untuk arabika, luas perkebunannya ada sekitar 36,6 hektare dan terbesar di Cangkringan, Turi, dan Pakem, Sementara untuk robusta sekitar 17,95 hektare dan paling banyak berada di wilayah Cangkringan.

Sugeng tak menampik masih ada kendala untuk meningkatkan hasil panen perkebunan kopi. Salah satu kendalanya ada pada aspek produktivitas seperti pengolahan yang masih konvensional dan cara pengeringan yang masih dijemur.

Lurah Kepuharjo, Cangkringan, Heri Suprapto mengaku bersyukur sejumlah kelompok tani di kalurahannya mendapatkan bantuan bibit kopi dari Pusat.

Advertisement

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimaksimalkan oleh para petani kopi agar mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

"Apalagi di kawasan Kepuharjo ini sejak beberapa tahun terakhir banyak sekali bermunculan kedai-kedai kopi yang selalu ramai wisatawan. Artinya kan pasarnya jelas, potensi ini harus dimaksimalkan oleh para petani,” katanya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Tiga Bansos di Gunungkidul Cair Bersamaan untuk Puluhan Ribu Orang

Gunungkidul
| Kamis, 01 Desember 2022, 23:27 WIB

Advertisement

alt

Punya 100 Gerbong, Kereta Api Ini Mampu Meliuk di Pegunungan Alpen

Wisata
| Kamis, 01 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement