Advertisement

Sepanjang Libur Akhir Tahun, Konsumsi BBM di Tempat Wisata Sleman Meroket 25%

Anisatul Umah
Selasa, 03 Januari 2023 - 14:57 WIB
Arief Junianto
Sepanjang Libur Akhir Tahun, Konsumsi BBM di Tempat Wisata Sleman Meroket 25% Ilustrasi. - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sepanjang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 di jalur wisata Kabupaten Sleman melonjak hingga 25%.

Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Budiharjo menjelaskan peningkatan konsumsi BBM di luar jalur wisata lebih rendah, yakni di kisaran 12%-15%. "Jalur wisata ada kenaikan 20-25 persen. Luar wisata 12-15 persen," kata dia, Selasa (3/1/2023).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Peningkatan konsumsi BBM sepanjang liburan akhir tahun tersebut menurutnya masih kategori normal. Kenaikan semacam ini terjadi setiap ada momen hari besar seperti Idulfitri. "Hal ini [peningkatan] terjadi hampir sama seperti hari besar Idulfitri," ucap dia.

BACA JUGA: Resmi! Selamat Tinggal BBM Premium dan Revvo 89

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho mengatakan dalam kurun 15 Desember 2022 sampai 1 Januari 2023, konsumsi BBM, elpiji, dan avtur melonjak. Angkanya lebih tinggi dibandingkan momen libur akhir tahun sebelumnya di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan DIY.

Dia menjelaskan puncak konsumsi BBM jenis Gasoline atau bensin terjadi pada 27 Desember 2022. Lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya, di mana puncak konsumsi terjadi pada 29 Desember. "Naik 17 persen dari rata-rata konsumsi harian 12.613 kiloliter [KL]," ucap dia.

Adapun konsumsi di sejumlah fasilitas pengisian BBM di tol Trans Jawa juga melonjak hingga 183% dibanding konsumsi harian pada kondisi normal. "Kami mencatat belum adanya peningkatan konsumsi untuk arus balik pascalibur akhir tahun, baik dari konsumsi BBM maupun konsumsi Avtur," paparnya.

Sementara untuk konsumsi Gasoil atau solar dan BBM industri justru mengalami penurunan. Gasoil retail turun 33% dan gasoil industri turun 9% dibandingkan rata-rata konsumsi harian. "Dikarenakan belum adanya aktivitas logistik dan kegiatan industri pasca libur tahun baru," ucap dia.

Lebih lanjut dia mengatakan untuk konsumsi elpiji terjadi perubahan pola konsumsi. Bila tahun sebelumnya puncak konsumsi LPG di Jawa Tengah dan DIY terjadi di H-3 Natal dan H-2 Tahun Baru, tahun ini puncak konsumsi elpiji terjadi pada 26 Desember yaitu 4.931 metrik ton per hari dan 4.835 metrik ton per hari pada 27 Desember 2022.

"Jumlah ini naik 10 persen dan delapan persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal pada Oktober 2022, yaitu 4,482 metrik ton per hari."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Dinkes Bantul: Angka Stunting di Kalurahan Selopamioro Tertinggi di Bumi Projotamansari

Bantul
| Kamis, 09 Februari 2023, 13:17 WIB

Advertisement

alt

Buyer Terkesan saat Membuat Ecoprint & Jalan-jalan ke Tamansari

Wisata
| Kamis, 09 Februari 2023, 06:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement