Advertisement
Sri Mulyani Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3 Persen

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,3 persen.
Sri Mulyani menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 menguat secara signifikan, didukung oleh seluruh komponen permintaan agregat, baik konsumsi, ekspor, maupun belanja pemerintah.
Advertisement
“Dalam pemulihan ekonomi kita, konsumsi sudah tumbuh di atas 5 persen, investasi mulai merangkak mendekati 5 persen, ekspor kita melonjak sangat tinggi, impor juga ikut tinggi karena banyak manufaktur yang menggunakan bahan baku impor,” katanya dalam kuliah umum, Jumat (3/2/2023).
Dia memperkirakan konsumsi rumah tangga pada 2022 akan tumbuh kuat pada level 5 persen, yang didukung oleh stabilitas harga, keberlanjutan pemulihan ekonomi, serta program perlindungan sosial.
Kinerja investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) diperkirakan tumbuh 4,0 persen dikarenakan pelaku usaha yang masih wait & see atas perkembangan risiko ekonomi dunia.
Kemudian, ekspor Indonesia diproyeksi tumbuh tinggi sebesar 18,1 persen pada 2022, meski melambat dari pertumbuhan pada 2021 yang mencapai 24,0 persen.
Di sisi lain, konsumsi pemerintah pada 2022 diperkirakan terkontraksi sebesar 4,5 persen, turun drastis dari pertumbuhan pada 2021 yang mencapai 4,2 persen.
Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan pemulihan ekonomi juga terjadi pada semua sektor. Hingga kuartal III/2022, sektor manufaktur, yang merupakan kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi, tercatat tumbuh sebesar 4,6 persen.
Demikian juga sektor transportasi dan akomodasi & makanan minuman, yang sangat terpukul akibat pandemi Covid-19, telah tumbuh masing-masing 21 persen dan 11,3 persen hingga kuartal III/2022.
Pemulihan ekonomi Indonesia juga merata di semua wilayah, misalnya di Sumatera yang tumbuh 4,71 persen pada kuartal III/2022, Kalimantan 5,67 persen, Sulawesi 8,24 persen, Papua 7,51 persen, Jawa di 5,7 persen, termasuk Bali & Nusa Tenggara yang tumbuh 6,69 persen.
Sri Mulyani menambahkan neraca perdagangan Indonesia pun membukukan surplus selama 32 beruntun. Pada 2022, surplus neraca perdagangan tercatat mencapai US$54,5 miliar, tertinggi dalam sejarah Indonesia.
“Jadi dalam kondisi dunia mulai melemah, Indonesia masih bisa meng-capitalize itu. Dan ini adalah sesuatu yang cukup baik antara external demand dan domestic demand. Konsumen masih sangat confident. Pertumbuhan selama akhir tahun lalu, kita sudah melihat mobilitas masyarakat tinggi, padahal itu sesudah kita menaikkan harga BBM 30 persen,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ini Upaya OJK DIY Tekan Gap Literasi dan Inklusi Keuangan yang Masih Lebar
- Setoran Dividen BUMN untuk APBN Dialihkan ke Danantara, Kementerian Keuangan Putar Otak
- Nilai Investasi Pabrik Kendaraan Listrik di Indonesia Tembus Rp15,1 Triliun
- Asosiasi E-Commerce Diajak untuk Mencegah Perdagangan Ilegal Satwa Liar
- Serapan Tenaga Kerja DIY Capai 34.950 Orang dalam Setahun
Advertisement

Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Senin 12 Mei 2024, Berangkat dari dari Stasiun Palur, Jebres dan Solo Balapan
Advertisement

Amerika Serikat Keluarkan Peringatan Perjalanan untuk Warganya ke Indonesia, Hati-Hati Terorisme dan Bencana Alam
Advertisement
Berita Populer
- Harga Bahan Pangan Hari Ini Minggu 11 Mei 2025, Bawang Merah Rp39 Ribu hingga Cabai Rpp51 Ribu
- Libur Waisak 2025, KAI Commuter tambah 4 Perjalanan KRL Jogja Solo
- Libur Panjang Waisak, Asita DIY Sebut DIY dan Jawa Tengah Masih Jadi Favorit Wisatawan
- Ada Diskon Tambah Daya 50 Persen dari PLN, Cek Syaratnya
Advertisement