Pendaftaran SPMB SMA SMK DIY 2026 Dibuka Juni, Ini Jadwal Lengkapnya
Disdikpora DIY memastikan SPMB SMA/SMK Negeri 2026 tetap memakai empat jalur dengan tahapan pendaftaran mulai Mei hingga Juli.
Ilustrasi rumah bersubsidi./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan rumah bersubsidi yang harganya dibanderol sebesar Rp116 juta menjadi kendala bagi para pengembang di DIY. Penyebabnya adalah sulitnya mencari harga tanah yang setara dengan harga jual unit rumah bersubsidi.
Wakil Ketua Bidang Perumahan Subsidi dan MBR DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY, Hajar Pamundi menyebut harga tanah menjadi komponen utama pembentukan harga rumah. Untuk mencapai harga rumah subsidi di DIY yang dibanderol dengan harga Rp166 juta, maka dibutuhkan lahan dengan harga dibawah Rp200.000 per meter.
Menurutnya mencari lahan di DIY dengan harga di bawah Rp200.000 per meter di DIY sangat susah. Kalau pun ada, kata dia, lokasinya masih ada di daerah pelosok. "Untuk harga [unit rumah bersubsidi] Rp166 juta komponen tanahnya harus di bawah Rp200.000. Sekarang, sulit kan cari lahan yang harga segitu," ucapnya, Selasa (21/5/2024).
Dia menyebut tanah seharga Rp200.000 di Kabupaten Bantul sudah tidak ada. Di daerah Sedayu, dia mencontohkan, sudah mencapai Rp500.000-Rp600.000 per meter. "Di Jetis, Bantul masih ada tetapi tanahnya sudah didapat jauh-jauh hari," kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan rumah subsidi masih memungkinkan dibangun asal harga tanahnya diintervensi pemerintah. Kemudian ada aturan tentang rumah subsidi minimal tipe 21, sehingga masih memungkinkan jika harga tanah tidak terlalu tinggi. "Tanahnya sebisa mungkin ada intervensi pemerintah, karena kalau diserahkan ke pasar ya seperti ini," jelasnya.
Dia menjelaskan, REI DIY masih membangun rumah subsidi, tetapi memang tidak banyak. Pasalnya, harga material pun kini sudah kian melangit.
BACA JUGA: Warga Jogja Jangan Tertipu, Begini Tips Beli Rumah Bersubsidi
Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur menyampaikan keprihatinan sebagai developer tidak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat akan rumah, khususnya bagi yang berpenghasilan UMR. Kondisi ini harus dicari jalan keluarnya bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan.
UMR DIY yang rendah menyulitkan REI DIY dalam mensuplai rumah subsidi. Apalagi harga tanah di DIY semakin mahal. Ia menyebut harga tanah menjadi komponen utama pembentukan harga rumah hampir 40%.
Ilham menyebut salah satu usulan dari REI DIY ke pemerintah sejak tiga tahun lalu adalah harga rumah subsidi di DIY dibedakan dengan Jawa. Namun saat disurvei oleh pemerintah pusat DIY ditetapkan Rp166 juta. "Dasar hitungan UMR. Kalau Jabodetabek rata-rata UMR di atas Rp4 juta harga Rp180 masih bisa akses, hitungannya basic dari UMR."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora DIY memastikan SPMB SMA/SMK Negeri 2026 tetap memakai empat jalur dengan tahapan pendaftaran mulai Mei hingga Juli.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.
Empat mahasiswa Indonesia raih penghargaan di EuroMUN 2026 di Belanda, bukti kualitas generasi muda di level global.