Advertisement
Pemerintah Genjot Penyaluran KUR Skema Credit Scoring, Ini Kata Bankir di DIY
Ilustrasi kredit usaha rakyat. - Ist./goukm.id
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah mendorong perbankan menerapkan skema credit scoring untuk memudahkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM. Sehingga bisa mempercepat realisasi penyaluran KUR yang tahun ini ditargetkan Rp300 triliun.
Regional CEO BRI Yogyakarta, John Sarjono mengatakan BRI sudah mengimplementasikan skema credit scoring untuk penyaluran kredit, termasuk penyaluran KUR. Menurutnya saat ini BRI juga telah memiliki aplikasi internal BRISPOT yang digunakan marketing untuk mempercepat proses penyaluran kredit tanpa mengabaikan asas prudent dan atau memperhatikan credit scoring.
Advertisement
BACA JUGA : Komplotan dengan Modus Broker Kredit Usaha Bank Tipu 5 Korban di DIY-Jateng
Ia menjelaskan komponen pembentuk credit scoring mendeskripsikan kemampuan bayar dan kecakapan calon debitur. Hasil credit scoring yang beresiko tinggi otomatis akan terverifikasi oleh sistem. "Ini menjadi dasar diproses atau tidaknya suatu permohonan kredit," ucapnya, Kamis (25/7/2024).
Lebih lanjut dia menjelaskan target penyaluran KUR 2024 BRI RO Yogyakarta sebesar Rp19,25 triliun. Penyaluran KUR Semester I 2024 BRI RO Yogyakarta sebesar Rp9,88 triliun atau 51.33%, dengan rincian Januari 2024 sebesar Rp1,34 triliun, Februari 2024 sebesar Rp1,89 triliun.
Kemudian Maret 2024 sebesar Rp2,38 triliun, April 2024 sebesar Rp1,43 triliun, Mei 2024 sebesar Rp1,39 triliun, dan Juni 2024 sebesar 1,45 triliun.
Sementara itu, Vice President (VP) Bank Mandiri Area Yogyakarta, Evi Martiani mengatakan Bank Mandiri terus aktif mendukung program pemerintah dalam mengembangkan sektor UMKM melalui penyaluran KUR.
"Hal ini juga didukung melalui skema mikro credit scoring yang sudah digunakan oleh Bank Mandiri," tuturnya.
Menurutnya di 2024 Bank Mandiri mendapat mandat menyalurkan KUR sebesar Rp37,5 triliun. Pada semester I 2024 Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp19,33 triliun atau 51,6% dari target tahun 2024 kepada 154.363 debitur.
"Pada provinsi DIY, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp350 miliar," jelasnya.
BACA JUGA : Milad Ke-17 Bank BPD DIY Syariah Menjadi Lebih Baik
Melansir dari JIBI/Bisnis.com Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mendorong perbankan menerapkan skema credit scoring untuk memudahkan UMKM) mendapat pembiayaan dari program KUR.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menyampaikan, usulan tersebut sudah disampaikan dalam rapat koordinasi (Rakor) KUR di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian beberapa waktu lalu. "Ini sudah dibicarakan di Kemenko, saya bicarakan di Rakor KUR," kata Teten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








