Hari Ini, RI Mulai Ekspor Produk Peternakan ke Timor Leste

Hari Ini, RI Mulai Ekspor Produk Peternakan ke Timor LesteIlustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
20 April 2018 02:30 WIB Pandu Gumilar Ekbis Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA–Indonesia melalui PT. Charoen Pokphan akan mengekspor perdana produk peternakan ke Timor Leste pada Jumat (20/4/2018). Kerja sama ini sebagai tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pertanian antar Kementerian Pertanian.

Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan ekspor adalah bukti Indonesia bisa ikut bersaing dengan negara lain dalam memproduksi produk peternakan sesuai dengan persyaratan internasional. CPIN, katanya, telah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas penyakit Avian Influenza (AI) dari Ditjen PKH Kementan sejak 2015. Menurutnya sertifikat kompartemen bebas AI berdasarkan kesepakatan OIE (world organization animal health) dapat diterbitkan oleh Pemerintah setempat sesuai standar Internasional.

Selain itu, CPIN juga telah memperoleh Sertifikat Veteriner dari Ditjen PKH yang merupakan bentuk penjaminan Pemerintah terhadap pemenuhan persyaratan kelayakan dasar dalam sistem jaminan keamanan pangan produk hewan, yang menjadi suatu keharusan bagi setiap unit usaha yang akan mengekspor produk hewannya.

“Kita sangat bersyukur dapat meningkatkan kerja sama untuk pemenuhan kebutuhan pangan di Timor Leste, terutama terhadap produk peternakan dan kesehatan hewan seperti daging ayam olahan, Bahan pakan, pakan jadi dan obat hewan dari Indonesia, serta DOC (Day Old Chicken),” katanya pada Kamis (19/4/2018).

Fokus kerja sama bidang peternakan, lanjutnya, tidak terbatas pada fasilitasi akses pasar komoditas peternakan dan kesehatan hewan. Namun mencakup harmonisasi peraturan ekspor dan impor komoditas peternakan dan kesehatan hewan serta dilakukan kerja sama peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Menurutnya, masing-masing instansi pemerintah akan mengambil tindakan tegas dalam memerangi perdagangan produk hewan yang tidak sah, yang akan berdampak buruk pada pasar para kedua negara.

Adapun mengenai rencana joint border surveilance antar kedua negara akan didorong agar dapat terealisasi dan nantinya akan dibahas dalam bentuk dokumen protokol mengenai rencana tahapan dan metode pelaksanaannya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Timor-Leste, Domingos Gusmao mengatakan kerja sama ini adalah tindaklanjut dari kegiatan Impor Risk Analysis (IRA) yang dilakukan oleh Ditjen PKH Timor Leste pada bulan januari 2018 ke Indonesia.

“Hasil IRA tersebut kami paparkan ke Dewan Menteri dan disetujui untuk membuka kembali pemasukan (impor) produk peternakan dari Indonesia,” katanya.

Sebelumnya Pemerintah Timor Leste telah menutup impor produk unggas dari Indonesia sejak merebaknya penyakit AI di Indonesia pada tahun 2004. Namun saat ini Indonesia dapat membuktikan dengan sistem kompartemen bebas AI yang diterapkan terdapat jaminan keamanan pangan.

“Kita kembali membuka kerjasama di bidang peternakan, semua kerjasama dicantumkan dalam TA dan hal-hal yang tidak tercantum akan dibuat dalam bentuk protocol tersendiri,” ungkap Domingos Gusmao.

Ad Tokopedia