Pegadaian Lempuyangan Layani Nasabah hingga Malam

Pegadaian Lempuyangan Layani Nasabah hingga MalamSuasana kafe The Gade Coffee and Gold yang digunakan Pegadaian Lempuyangan untuk layanan hingga malam dan hari Minggu pecan lalu. - Ist
04 Maret 2019 07:50 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Seiring perkembangan zaman, pola hidup dan kebutuhan masyarakat terus berubah. Untuk dapat melayani masyarakat dengan baik, inovasi terus dilakukan oleh Pegadaian Lempuyangan. Salah satunya dengan membuka layanan hingga malam hari dan memberikan layanan pada Minggu.

Senior Manager Pegadaian Lempuyangan Sri Rejeki mengungkapkan Pegadaian Lempuyangan merupakan satu-satunya Pegadaian di Jogja yang mengeloka kafe yakni The Gade Coffee and Gold. Kafe ini berada tepat di samping kantor Pegadaian Lempuyangan di Jl. Mas Suharto Jambu No.49, Tegal Panggung, Danurejan, Jogja.

Program inovasi layanan sampai malam itu disesuaikan dengan layanan kafe. "Layanan ini bertujuan grab new yakni menambah jumlah nasabah baru. Kami buka layanan sampai malam dan pada hari Minggu juga buka sampai malam, tetapi di kafe," ujar dia kepada Harian Jogja di The Gade Coffee and Gold, Jogja, Jumat (1/3).

Sri Rejeki mengatakan layanan di Pegadaian Lempuyangan tetap dilakukan sejak pagi hingga pukul 15.00 WIB. Kemudian, layanan dlanjutkan di kafe mulai pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB. Untuk menunjang layanan itu, ada sebuah titik di kafe yang dilengkapi dengan komputer, printer dan alat penunjang lain. Setiap malam ada dua orang yang bertugas terdiri dari kasir dan penaksir.

"Sistemnya bergantian, semua pegawai akan kebagian giliran. Mereka juga memakai baju kasual sehingga calon nasabah lebih nyaman dan santai," ujar dia.

Program ini dimulai 1 Februari 2019. Menurutnya, meskipun baru awal dimulai antusiasme masyarakat cukup baik. Dalam satu bulan, omzet yang didapat dari layanan malam mencapai Rp1 miliar. Diharapkan, masyarakat akan semakin tahu adanya layanan malam ini sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sebaik-baiknya.

"Misalnya ada nasabah prioritas ataupun instansi yang sunkan ke kantor Pegadaian, mereka bisa datang ke kafe. Petugas sekuriti dan pegawai kafe juga akan mengarahkan ke petugas. Mahasiswa juga banyak yang jadi nasabah," kata dia.

Para nasabah biasanya melakukan gadai dan juga mengakses pembiayaan. Namun, layanan malam ini tidak hanya untuk gadai dan pembiayaan, tetapi juga untuk membuka tabungan emas ataupun menabung emas. "Selama ini image Pegadaian identik dengan gadai saja. Padahalan layanan kami banyak. Masyarakat bisa menabung dan berinvestasi emas. Inilah yang ingin kami sosialisasikan lagi," ujar dia.

Ia mengatakan selain untuk melayani nasabah, layanan di kafe juga untuk mempromosikan keberadaan kafe The Gadai Coffee and Gold. Kafe ini menyediakan menu kopi, aneka minuman lain, dan makanan yang premium dengan suasana yang nyaman.

"Banyak komunitas yang suka kumpul di sini. Kami ingin masyarakat juga semakin mengenal kafe ini," kata dia.