BPSK Tangani 6 Kasus Sengketa, Soal Ini

BPSK Tangani 6 Kasus Sengketa, Soal IniIlustrasi toko modern. - JIBI
10 April 2019 06:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Perlindungan Sengketa Konsumen (BPSK) Jogja menangani enam kasus terkait sengketa antara penjual dan pembeli hingga April ini.

Fasilitator BPSK Jogja, Riyandi wijaya mengatakan enam kasus tersebut berbeda-beda permasalahannya, mulai dari masalah dengan jasa pengiriman, hingga undian berhadiah. “Penyelesaian setiap kasus tentu berbeda-beda waktu yang diperlukan. Ada yang bisa cepat ada yang butuh waktu lama. BPSK ini kan membantu menyelesaikan dengan memberi keputusan non litigasi,” ucap Riyan, kepada Harian Jogja, Selasa (9/4).

Selain membantu menyelesaikan masalah sengketa, pihaknya juga memberi edukasi kepada konsumen utamanya. Pada tahun ini setidaknya sudah dilakukan edukasi ke 10 kelompok masyarakat dan satu sekolah. Ia mengungkapkan tantangan saat ini memang memberi pemahaman agar lebih hati-hati dalam membeli barangg. “Jadi ini upaya dalam perlindungan konsumen,” ucapnya.

Dalam rangka memperingati Hari Konsumen Nasional 2019, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY juga akan menyelenggarakan kegiatan edukasi untuk konsumen di Disperindag DIY, Jumat (12/4). Kegiatan ini juga sebagai upaya perlindungan konsumen.

“Peringatan hari konsumen, untuk yang nasional sudah dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Ini yang di daerah, fungsinya sebagai edukasi bahwa konsumen punya hak untuk bertanya, untuk mendapat perlindungan, informasi suatu produk dan jaminan produk,” ucap Kepala Seksi Pengawasan Perdagangan, Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Disperindag DIY, Sabar Santosa.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuat para konsumen menjadi cerdas dan berdaya. Artinya membeli sesuai kebutuhan, sesuai mutu yang baik dan memahami dalam pembelian mulai dari hal-hal yang kecil.

Sabar juga mengatakan dalam kegiatan tersebut akan diadakan bazar murah berbagai kebutuhan pokok yang dapat dibeli oleh masyarakat dengan harga yang terjangkau.