Tol Trans Jawa Naikkan Hunian Kamar Hotel Hingga 5%

Tol Trans Jawa Naikkan Hunian Kamar Hotel Hingga 5%Pemudik melintas di jalur Tol Trans Jawa, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). - Antara/Harviyan Perdana Putra
11 Juni 2019 06:07 WIB Yanita Petriella Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Tersambungnya tol Trans Jawa dari Merak, Banten hingga Probolinggo, Jawa Timur pada tahun ini mendongkrak tingkat hunian atau okupansi kamar hotel selama libur Idulfitri 2019 hingga 5% dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu. 

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B. Sukamdani menjabarkan, tersambungnya ruas tol Trans-Jawa, demikian pula dengan tol Trans-Sumatra, pada libur Lebaran tahun ini berdampak pada kenaikan minat masyarakat yang tak mudik untuk turut serta mencoba ruas tol tersebut.

Akibatnya, sebut Hariyadi, tingkat okupansi hotel, khususnya di wilayah-wilayah yang dilalui oleh kedua tol tersebut, pada periode libur Lebaran tahun ini turut terkerek.

Menurut catatan PHRI, tingkat okupansi hotel di lingkar pertama tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatra, yakni daerah destinasi wisata, mencapai 100%. Sementara itu, untuk wilayah lingkar kedua yang dekat dengan destinasi wisata dan ruas tol, tingkat okupansi hotelnya mencapai 85%.

Selain itu, untuk di wilayah lingkar yang ketiga alias yang jauh dari destinasi wisata maupun tol, tingkat okupansi hotelnya mencapai 65%. Okupansi hotel pada libur lebaran tahun ini mengalami kenaikan sekitar 3% hingga 5% bila dibandingkan dengan libur lebaran tahun lalu.

“[Saat periode libur Lebaran] tahun ini, [okupansi hotel di wilayah] lingkar ketiga juga naik 3% hingga 5% dari [periode libur Lebaran] tahun lalu yang mencapai 57% hingga 60% okupansinya,” ujarnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Minggu (9/6/2019).

Menurut Hariyadi, selain karena animo masyarakat yang mudik dan mencoba ruas tol baru Trans-Jawa dan Trans-Sumatra, kenaikan okupansi hotel pada libur Lebaran tahun ini dipicu oleh adanya pemberian gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang dibayarkan bersamaan.

“Dengan pemberian bersamaan gaji ke-13 dan THR ini, tentu spending [belanja] masyarakat saat libur Lebaran tahun ini besar termasuk untuk akomodasi hotel,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia