MINA Ikut Bangun Rumah Karyawan

MINA Ikut Bangun Rumah KaryawanIlustrasi rumah murah bersubsidi - JIBI
02 Juli 2019 06:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pengembang property PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) mendukung program pemerintah untuk mengadakan rumah karyawan. Melalui anak perusahaannya, PT Sanur Hasta Griya, perseroan akan membangun rumah bersubsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) di dekat daerah industri Boyolali, Jawa Tengah. 

“Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 11 hektare ini kami targetkan sudah groundbreaking pada Kuartal IV tahun ini,” ungkap Direktur MINA, Gunawan Angkawibawa, Minggu (30/6).

Menurutnya, proyek rumah tapak bisa mencapai sampai dengan 1.000 unit ini bertujuan membantu program pemerintah dalam mewujudkan sektor perumahan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah itu juga merupakan bagian dari strategi perseroan menjadi salah satu pengembang properti terdepan dan terpercaya.

Dia menyatakan perseroan juga memiliki rencana untuk berinvestasi dalam sektor energi. Rencana ini akan direalisasikan melalui anak usahanya Sanur Hasta Energy Ltd. “Perseroan terus berupaya dalam meningkatkan tingkat keterisian serta lebih optimal dari sisi operasional,”  ungkap Gunawan.

Sanurhasta Mitra merupakan pemilik resmi dan pengelola tanah seluas 40.663 meter persegi di kawasan Sanur. Aset primer ini sedang dalam proses pengembangan untuk meningkatkan nilainya. Sanurhasta juga sebagai pemegang utama saham PT Minna Padi Resorts, yang memiliki proyek bisnisnya The Santai, sebuah vila berkonsep mewah untuk liburan keluarga, terletak di Umalas.

Saat ini, The Santai dioperasikan oleh Lifestyle Retreats Pte. Ltd, dan dikelilingi persawahan serta berada di lokasi perdesaan. Tingkat keterisian/hunian kamar The Santai pada 2018 mencapai 58,75% melebihi proyeksi yang di targetkan yaitu 56,09% dengan harga ratarata kamar US$275,77 [Rp3,8 juta]. 

Pendapatan Melonjak

MINA berhasil membukukan pendapatan melonjak 17% menjadi Rp11,74 miliar pada 2018. Seiring kenaikan pendapatan, laba bersih konsolidasi perseroan juga tumbuh 62,29% menjadi Rp1,96 miliar pada tahun lalu.

“Kenaikan itu utamanya ditopang pendapatan dari segmen pondok wisata yang melonjak 19 persen atau berkontribusi 79,4 persen terhadap total pendapatan perseroan tahun lalu,” ujar dia.

Menurut Gunawan, pada tahun lalu, perseroan juga mencatatkan laba atas penjualan investasi keuangan senilai Rp3,9 miliar di 2018. Perseroan juga mencatatkan nilai total aset Rp125,58 miliar, liabilitas Rp2,49 miliar, serta ekuitas Rp123,09 miliar. Guna mendukung program pemerintah dalam pengadaan rumah karyawan di mana masalah kekurangan rumah hunian (backlog) masih cukup tinggi, perseroan melihat potensi ini sebagai usaha yang berkelanjutan.