BEI Dorong Masyarakat Investasi di Pasar Modal

BEI Dorong Masyarakat Investasi di Pasar Modal Ilustrasi pasar modal. - Bisnis Indonesia/Dedi Gunawan
18 Juli 2019 06:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY dorong masyarakat untuk menanam saham sebagai salah satu alternatif berinvestasi yang jelas, agar terhindar dari investasi bodong.

Kepala BEI DIY, Irfan Noor Riza mengatakan banyak wahana investasi yang dapat dilakukan masyarakat. Pilihan paling sederhana, kata dia, adalah emas. Selain itu, juga bisa juga tanah. “Sebenarnya pasar modal ini alternatif, artinya enggak harus juga, tetapi bisa jadi alternatif wahana investasi,” kata Irfan, Rabu (17/7).

Irfan mengatakan BEI tidak pernah menjanjikan keuntungan tetap atau besaran tertentu. Jika ada wahana investasi yang menjanjikan keuntungan tertentu secara tetap justru perlu dicurigai. Namun dia mengakui saat ini masih banyak masyarakat yang ingin mendapatkan sesuatu instan sehingga mudah diiming-imingi keuntungan besar, yang sebenarnya investasi bodong.

Ia menyarankan agar masyarakat tidak mudah percaya dan mengecek tempat yang menawarkan investasi tersebut. Terkadang pula untuk meyakinkan dikatakannya sering membawa tokoh tertentu, yang membuat masyarakat terjebak. Karena itu dia meminta masyarakat lebih hati-hati dan tidak mudah percaya. Selain itu, dia menyarankan publik dapat berkonsultasi dengan BEI atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BEI turut mencoba mengedukasi masyarakat. Pihak BEI akan bekerja sama dengan kampus yang punya desa binaan, serta pemerintah daerah akan membuat galeri investasi di desa. Diharapkan tahun ini setidaknya akan ada satu sampai lima desa di Gunungkidul yang mengawali. “Nanti berkesinambungan secara terprogram secara sosialisasi dan edukasi di desa tersebut tentang bagaimana investasi yang benar tidak terjebak iming-iming dan ujungnya nanti memilih pasar modal sebagai alternatif investasinya. Sehingga terhindar investasi bodong,” ujarnya.

Sayang, ujar Irfan, masyarakat Indonesia tidak menanam saham. Padahal bursa salam selama 10 tahun terakhir ini justru pada tren paling menguntungkan. Seharusnya keuntungan tersebut dinikmati masyarakat. Apalagi investasi ini menawarkan berbagai kemudahan

Sebelumnya Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Untung Nugroho juga terus berupaya mengedukasi masyarakat agar terhindar dari investasi bodong, yang dinilai akan terus ada dengan berbagai modus.

Untung mengatakan edukasi ini menjadi tanggung jawab bersama, untuk mencerdaskan masyarakat agar tidak mudah tergiur keuntungan investasi yang besar. “Masyarakat harus cerdas dan bijak dalam memilih investasi atau mengeluarkan uang. Melepas uang jangan gampang percaya, legalnya artinya melepas uang Rp6 juta misal, tanya untuk apa, siapa, dimana paling enggak gitu waspada,” ujarnya.