GM KJ HOTEL : Menjalankan Pesan Sang Ayah

GM KJ HOTEL : Menjalankan Pesan Sang Ayah General Manager KJ Hotel, Veri Diana/ Ist. - dok. Pribadi
29 Oktober 2019 12:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mengawali karier di dunia perhotelan dari bawah, General Manager KJ Hotel, Veri Diana mencoba menanamkan tiga kunci sukses yang diajarkan oleh ayahnya, yaitu jujur, disiplin dan kerja keras.

Nana sapaan akrabnya mengawali karier di dunia perhotelan, sebelum ia diwisuda. Ia mengawalinya dengan mengikuti pelatihan di salah satu hotel di Jogja. Pada waktu itu ia mendapat tugas di housekeeping pada bagian order taker. “Jadi tugas saya diawal menerima pesan, angkat telepon. Tetapi kalau hotel ramai, juga antar handuk. Awalnya memang nge-blank waktu itu, karena bukan dari perhotelan. Bermodal bahasa Inggris waktu itu sekitar 1997,” kata Nana, Jumat (25/10).

Setahun di sana, Nana mendapat tawaran di hotel lain pada posisi sekretaris General Manager. Kembali, modal bahasa Inggris yang mendongkrak kariernya. Apalagi kala itu general manager hotel tersebut merupakan orang Prancis.

Cukup lama pada posisi sekretaris hotel, ia mendapat tawaran untuk berpindah departemen, tepatnya ke bagian sales. Pengalaman sebagai sekretarislah yang membantunya membuat administrasi sales.

Perempuan yang memiliki hobi menonton film, membaca novel dan belanja tersebut juga beberapa kali berpindah hotel dan pernah menjalani karier di luar kota, atau tepatnya di Bandung, Jawa Barat.

Seiring waktu berjalan ia mendapat tawaran menjadi general manager di salah satu hotel bintang tiga di Jogja. Kemudian pada 2017, ia menjadi General Manager di KJ Hotel hingga saat ini. 

Banyak Tantangan

Ibu dari dua orang anak tersebut mengakui banyak tantangan dalam proses berkariernya. Namun disadarinya, itulah yang membentuknya menjadi seperti saat ini. Misalnya kemampuan mengerjakan segala sesuatu serba cepat di hotel hingga tuntutan tamu yang tinggi. Belum lagi jika mendapat general manager orang asing tuntutan serba tinggi dan cepat itu harus disertai dengan kesempurnaan.

“Kalau saya tipe orang yang mengasihani diri sendiri, mungkin saya enggak jadi general manager saat ini. Kadang kebentur dengan tanggung jawab sebagai ibu, tetapi bersyukur berjalan dengan baik keduanya,” ujarnya.

Suka duka ia hadapi, tetapi ia mengakui lebih banyak suka yang ia jalani. Karena dia dapat bekerja sesuai passion, meski dunia ini tidak sengaja dijajalnya. Dari sekian pengalaman yang pernah dirasakan, Nana suka bertemu banyak orang dan mengetahui berbagai karakter orang. Sedangkan saat ditanya soal tantangan, dia menuturkan jam kerja yang tak kenal waktu adalah salah satu alasannya.

“Tiga kunci sukses yang diajarkan ayah saya, semenjak saya remaja. Jujur, disiplin, dan kerja keras, itu saja. Kerja dulu uang yang ngikutin, tetapi kalau sudah mikir uang dulu nanti kerjanya enggak bener,” katanya. 

Semakin Baik

Dia menyadari dari waktu ke waktu Jogja semakin padat dengan hotel. Meski persaingan kian ketat, dia menilai KJ Hotel tetap optimistil lantaran memiliki kelebihan. Misalnya, setiap lantai memiliki tema desain yang berbeda sehingga pengunjung yang menginap berapa kali pun tidak akan bosan. Kemudian KJ Hotel juga memiliki kolam renang jacuzzi atau air hangat.

Nana juga terus mendorong para staf di hotel untuk bekerja dengan baik dan disiplin. “Harapannya untuk KJ menjadi pilihan utama di area selatan dulu. Karena, pertama di sini memiliki ruang meeting yang banyak, kamar bagus, kolam renang bagus. Kedua, mempunyai kualitas karyawan bintang lima, yang disiplin, etos kerja tinggi dan bahasa asing baik,” ujarnya.