Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Marketing Communications Manager The Phoenix Hotel Yogyakarta, Maria Perwitasari (tengah) saat berkunjung ke kantor Harian Jogja, Rabu (18/12/2019)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA – Momentum Natal dan Tahun Baru 2020 tak ingin dilewatkan oleh The Phoenix Hotel Yogyakarta. Salah satu hotel yang terletak dekat dengan Tugu Pal Putih Jogja ini turut menghadirkan program yang tak kalah menarik dengan hotel lain.
Marketing Communications Manager The Phoenix Hotel Yogyakarta, Maria Perwitasari menyampaikan saat makan malam atau dinner malam Natal nanti yaitu Selasa (24/12/2019), hotel menyediakan lebih dari 100 macam menu.
“Dinner kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini terbuka untuk umum. [Harga] Untuk Natal Rp250.000 all you can eat dan untuk dinner malam Tahun Baru Rp500.000,” katanya saat berkunjung ke kantor Harian Jogja, Rabu (18/12/2019).
The Phoenix juga akan menghadirkan band-band lokal untuk mengisi malam pergantian tahun. Istimewanya, kata Sari, acara malam pergantian tahun di The Phoenix berakhir pukul 23.00 WIB.
“Jadi kita buka pukul 18.00 WIB sampai 23.00 WIB saja, karena kalau sudah jam 23.00 WIB, tamu sudah pergi keluar. Mereka ikut merayakan pergantian tahun di dekat Tugu Pal Putih karena hotel [The Phoenix] dekat sekali [dengan Tugu Pal Putih],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.