10 Hari Banjir, Begini Kondisi Inflasi Kita

10 Hari Banjir, Begini Kondisi Inflasi KitaKumpulan mobil terbawa banjir di Jatiasih, Bekasi. - Antara
11 Januari 2020 07:22 WIB Gloria Fransisca Katharina Lawi Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Bencana banjir di Jabodetabek yang terjadi selama 10 hari terakhir belum banyak mengerek inflasi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan inflasi saat ini sesuai Survei Pemantauan Harga Bank Indonesia, sampai dengan pekan kedua Januari 2020 masih berada pada kisara 0,41% (month to month/mtm). Secara year-on-year (yoy), inflasi Januari 2019 diprediksikan masih pada kisaran 2,81% (yoy). Dari pencapaian itu Perry masih optimistis bencana banjir tak banyak mengganggu inflasi. "Ini inflasi Januari 0,41 persen lebih rendah dari rata-rata historis sejak 2016," kata Perry di kompleks Bank Indonesia, Jumat.

Secara rata-rata, inflasi Januari 2016 sampai 2019 rata-ratanya adalah 0,64% (mtm). Maka dengan pencatatan 0,41% (mtm), secara historis lebih rendah sehingga sasaran target 3% sampai 4% inflasi 2020 bisa tercapai. Meski demikian, Perry tak menampik ada beberapa inflasi dan deflasi yang masih terpengaruh dengan pola musiman. Sebagai contoh, dampak dari cuaca hujan adalah beberapa komoditas makanan mengalami kenaikan.

Perry memerinci sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan adalah; cabai merah. Pasalnya, cabai merah sudah mencatatkan inflasi 0,16% (mtm) pada Januari 2020. "Kemungkinan ini karena hujan, dan ada beberapa daerah produksi cabai dan bawang khususnya di Jawa Tengah terpengaruh," ujarnya.

Akibat banjir, harga komoditas di Jabodetabek terlihat ada kenaikan pada harga beras. Sementara pada harga komoditas lain relatif aman atau terkendali. "Maka dampak banjir itu terbatas pada sejumlah daerah khususnya Jakarta dan Depok, dan Bogor sekitarnya. Terutama di harga beras. Sementara harga lainnya masih terkendali," tutur Perry.

Di sisi lain masih ada komponen yang menyumbang deflasi per Januari 2020. Misalnya tarif angkutan udara turun 0,05%. Selain itu juga bensin mengalami penurunan 0,04%. "Jadi syukur alhamdulilah ini inflasinya Januari lebih rendah dari rata-rata historis, estimasi kami 0,41 persen," katanya.

Sumber : Bisnis Indonesia