387.000 Alumni Kartu Prakerja Berpeluang Akses KUR, Begini Caranya

387.000 Alumni Kartu Prakerja Berpeluang Akses KUR, Begini CaranyaKaryawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Jakarta, Selasa (5/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
09 April 2021 04:27 WIB Dany Saputra Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah mengatakan sebanyak 387.234 wirausaha alumni Program Kartu Prakerja kini sudah bisa mengakses fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) yang disalurkan oleh pemerintah. Para alumni Kartu Prakerja berpeluang mendapatkan fasilitas KUR, terutama untuk KUR Super Mikro (SuMi) di bawah Rp10 juta.

Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Gede Edy Prasetya mengatakan KUR SuMI saat ini memiliki plafon sebesar Rp41,8 triliun atau 16,5 persen.

BACA JUGA : Pendaftar Kartu Prakerja Sudah Mencapai 60 Juta Orang

“Ini kans-nya sangat besar sekali untuk teman-teman alumni Kartu Prakerja [mendapat KUR],” katanya dalam ‘Sosialisasi Penguatan Wirausaha Alumni Program Kartu Prakerja Melalui Pembiayaan KUR’, Kamis (8/4/2021).

Dia mengatakan pemerintah telah on-track menyalurkan Rp56 triliun atau 25 persen dari total anggaran KUR 2021 sebesar Rp253 triliun.

Syarat untuk mengakses KUR SuMi bagi alumi Prakerja, kata Gede, bisa dengan menggunakan e-certificate (sertifikat elektronik) yang dikeluarkan oleh PMO Prakerja.

Sebelumnya, proses pendataan wirausaha alumni Kartu Prakerja sudah selesai dan telah diterima oleh perbankan. Kini, pihak perbankan tinggal mendatangi atau menghubungi pendaftar yang dianggap layak untuk menerima bantuan KUR.

BACA JUGA : Ini Rincian Insentif Kartu Prakerja Gelombang 12 

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan 17 persen dari penerima Kartu Prakerja berubah status dari tidak bekerja menjadi wirausaha. 

Denni lalu menceritakan 70 persen pengguna Kartu Prakerja juga menggunakan insentif sebesar Rp2,4 juta untuk modal membangun usaha. Bahkan, katanya, banyak peserta yang membentuk kelompok untuk mengumpulkan insentif agar menjadi modal usaha bersama.

“Yang menarik adalah ketika bicara insentif banyak testimoni [bahwa] mereka saling kolaborasi. Karena, 2,4 juta tidak cukup untuk memulai usaha. Jadi sekelompok mendaftar Kartu Prakerja semua, begitu diterima dua sampai tiga orang, dikumpulkan itu lalu dapatlah duit untuk kemudian sewa tempat buat kedai kopi dan sebagainya,” kata Denni.

Diketahui, sampai gelombang (batch) 16, terdapat 8,2 juta penerima Kartu Prakerja. Sedangkan dari gelombang 12 sampai 16 pada 2021 saja sudah ada 2,7 penerima program semi-bansos tersebut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia