Kelok 23 Dibuka, Sultan Berharap Lama Tinggal Wisatawan di Jogja Bertambah
Sultan berharap Kelok 23 tak hanya menjadi jalur alternatif, tetapi juga membuat wisatawan memperpanjang lama tinggal di DIY.
Suasana Jalan Malioboro saat long weekeng dipadati oleh wisatawan domestik dan mancanegara, Kamis (29/6/2023). Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyampaikan libur panjang Iduladha akhir pekan ini akan mendongkrak peningkatan kunjungan wisatawan. Akan tetapi diperkirakan tidak seramai libur panjang Waisak.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan saat libur Iduladha sebagian besar masyarakat sibuk di daerahnya masing-masing untuk berkurban. Dia memperkirakan wisatawan akan didominasi dari kalangan keluarga, dan Free & Independent Traveler (FIT).
"Peningkatan pasti ada, meskipun tidak sebesar Waisak yang lalu," ucapnya, Selasa (11/6/2024).
Lebih lanjut dia mengatakan, industri pariwisata selalu siap menghadapi masa liburan dengan berbagai strategi. Menurutnya persiapan yang dilakukan mesti disesuaikan dengan karakteristik liburannya. "Sehingga tidak salah dalam menerapkan strategy business-nya," lanjutnya.
Baca Juga
Libur Iduladha 3 Hari, PHRI DIY Berharap Okupansi Hotel Melonjak hingga 20%
Daftar Tanggal Merah Selama Juni 2024, Siap-Siap Ambil Cuti Long Weekend
Sementara itu, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyampaikan reservasi di libur panjang Iduladha saat ini rata-rata di 60%. Ditargetkan bisa mencapai 85%.
"Wisatawan didominasi keluarga, pelajar, instansi," kata Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo.
Sebelumnya Deddy mengatakan okupansi hotel di libur panjang Waisak sesuai dengan target. Okupansi di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman periode 23-26 Mei 2024 mencapai 90%. Sementara okupansi di kabupaten lainnya mencapai 85%.
Menurut Deddy capaian okupansi di libur panjang Waisak lebih baik dibandingkan libur panjang Kenaikan Yesus Kristus dua pekan sebelumnya. Sebab perayaan waisak digelar di Borobudur sehingga banyak peserta yang menginap di DIY.
"Capaian ini sudah sesuai dengan target kami," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan berharap Kelok 23 tak hanya menjadi jalur alternatif, tetapi juga membuat wisatawan memperpanjang lama tinggal di DIY.
Puluhan siswa di dua sekolah Temon mengalami mual dan muntah usai menyantap MBG. Dinkes Kulonprogo mengirim sampel makanan ke laboratorium.
Lebih dari 50% penghuni Rusunawa Jogja merupakan keluarga muda MBR. Tarif sewa mulai Rp215.000 per bulan.
FAO menyebut gangguan pelayaran Selat Hormuz memicu kelangkaan pupuk global, menaikkan harga energi dan mengancam produksi pangan.
Kejagung melelang 436.283,08 ton batu bara terkait perkara Samin Tan dengan nilai limit Rp178,8 miliar.
DPRD Kota Jogja mendorong penataan PKL Malioboro dilakukan holistik, termasuk meningkatkan kunjungan ke Teras Malioboro.