Kenaikan MICE Pacu Okupansi Hotel

Kenaikan MICE Pacu Okupansi HotelIlustrasi hotel - JIBI
05 Juli 2018 07:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tingkat hunian hotel pasca-Lebaran sempat menurun. Namun, memasuki musim meeting, incentives, conference and exhibition atau MICE, okupansi perhotelan di Jogja bulan ini mulai terdongkrak naik. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istidjab M. Danunagoro mengungkapkan setelah libur panjang Lebaran dan anak sekolah, perlahan okupansi mulai merangkak naik. "Karena Juli ini sudah mulai masuk ke MICE season. Nanti pada pekan ketiga akan tampak peningkatan okupansinya," ujar Istidjab kepada Harian Jogja, Rabu (4/7).

Daya tarik Jogja sebagai kota MICE masih sangat tinggi. Diperkirakan musim MICE ini akan mendongkrak okupansi hotel 45% hingga 70%. Istidjab memaparkan sebagian besar MICE masih akan didominasi pertemuan dari korporasi. 

"Pemerintahan ada, tetapi biasanya tidak terlalu banyak, karena adanya pembatasan anggaran mengadakan pertemuan di hotel. Biasanya lama tinggal para penyelenggara pertemuan rerata empat hari tiga malam," ujar Istidjab. 

Marketing and Communications Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel Khairul Anwar memaparkan tren Juli hingga Desember, MICE akan mulai masuk. Pada periode ini permintaan untuk pertemuan dan penyelenggaraan kegiatan di hotel ini akan meningkat. Terlebih, hotel ini merupakan hotel yang membidik segmen business and convention hotel. 

"Pertemuan pemerintahan, korporasi swasta, konferensi internasional, pameran hingga pertemuan bertaraf internasional mulai memenuhi okupansi kamar dan ruang pertemuan di Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hote," ujar Awang. 

Awang menambahkan masa tinggal tamu yang mengikuti kegiatan ini rata-rata tiga hari sampai empat hari untuk acara skala besar. Sedangkan untuk kegiatan skala kecil dan menengah, lama tingga peserta rata-rata hanya dua sampai tiga hari. 

Lebih lanjut Awang memaparkan okupansi mulai menunjukkan kenaikan pada akhir Juni dan awal Juli. Rerata okupansi hotel bintang lima ini sudah mencapai 85% dari 247 kamar yang tersedia. 

"Kota Jogja ini semakin dilirik sebagai destinasi MICE, terutama untuk konferensi internasional. Selain fasilitas dan harga yang bersaing, destinasi wisata yang menawarkan budaya juga tak kalah dengan Bali. Kami berharap adanya bandara baru yang berkapasitas besar, dapat semakin menggemakan Jogja sebagai destinasi kelas internasional," jelas Awang.