Kembang Setaman 4 Tonjolkan Desain Lebih Maskulin

Kembang Setaman 4 Tonjolkan Desain Lebih MaskulinModel dalam Lokatara: Kembang Setaman di Basement P4 dari Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Jumat (12/4). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
13 April 2019 09:27 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMANLokatara: Kembang Setaman seri keempat digelar oleh Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Sleman, Jumat (12/4). Pergelaran fesyen ini mengambil tema besar mode industrial yang lekat dengan warna kromatis dan potongan desain yang lebih maskulin. 

Khairul Anwar, Creative Director dari rentetan Kembang Setaman Royal Ambarrukmo Yogyakarta mengatakan konsep ready to wear menjadi basis kreasi 12 desainer terpilih dalam gelaran fesyen kali ini. "Sesuai dengan arti dari Lokatara yang diambil dari bahasa Sansekerta dengan arti harfiah luar biasa, Kembang Setaman kali ini mengambil lokasi istimewa di Basement P4 dari Royal Ambarrukmo Yogyakarta," kata dia di sela-sela acara, Jumat (12/4).

Ia mengatakan kegiatan ini sebagai wadah bagi para pegiat dunia mode untuk terus berkarya dengan tema yang terkurasi. Royal Ambarrukmo Yogyakarta pun menggandeng 12 desainer pilihan dari Jakarta, Semarang dan DIY, yaitu Caroline Rika Winata, Jennifer Ariani Santoso, Nick Djatnika, Novibamboo, Endarwati, Adjie Subing, Darie Gunawan, Siska Pramintan, Theo Ridzky, Djoko Margono, Ariesanthi, dan Mucha.

Menampilkan siluet tegas dengan warna berkarakter serta material yang mengambil ilham dari para pekerja industri atau pabrik, arsitektural moderen dan kesadaran akan tanggung jawab pada lingkungan hidup; keseluruhan desainer mempresentasikan karya orisinilnya pada 16 model wanita dan delapan model pria terbaik di DIY dan Semarang.

"Tata rias dari LT Pro dan tata rambut Andronikus Amung yang edgy pun melengkapi Lokatara dengan nilai penuh," jelas dia.

Gerakan peduli bumi tak hanya mengacu pada penggunaan bahan daur ulang, barang purna-guna dengan pengaturan estetis para desainer, bahan pewarna alam serta kampanye melalui sketsa desain yang penuh makna–bahkan buket bunga artisan karya Karen Florist ditampilkan pula dengan menonjolkan seruan tanpa plastik, bunga kering yang lebih awet hingga material kertas dekoratif daur ulang. Gelaran fesyen yang memiliki tujuan dan kampanye dengan tujuan baik, selalu menjadi ciri kuat Kembang Setaman setelah sebelumnya memberi imbauan untuk menyayangi fauna pada seri pertama, fesyen yang berkesinambungan melibatkan komunitas pada seri kedua Renjana dan mengapresiasi keindahan lanskap alam di seri ketiganya Puspa Rama Rama.

“Tantangan ke depan bukan sekadar melahirkan karya yang mampu menarik penikmat mode untuk menggunakannya dengan dasar eksistensi diri, tetapi kami juga ingin menyuguhkan sesuatu yang tak putus dalam lingkaran konsumen dan produsen," kata dia.

Menurutnya, keberadaan Kembang Setaman Royal Ambarrukmo Yogyakarta menjaga semangat ini untuk memberi peluang, aktualisasi citra diri, apresiasi dan juga konsistensi dalam dunia fesyen yang akan terus berkembang, di DIY pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Salah satu desainer dari DIY Ariesanthi membawakan desain retrofuturistik. Ariesanthi dengan brand MahijaA menghadirkan koleksi yang diberi tajuk Mahija Industrial. Kali ini konsep utamanya mengolah bahan shibori dengan sentuhan karakter retrofuturistik yang terinspirasi dai kehidupan pejuang wanita di era industrial masa depan pada film-film science-fiction. "Busana-busana ini memiliki tampilan edgy, moderen dan sophisticated," kata dia.

Ia menyebutkan Mahija hadir dalam siluetnya yang tetap avant-garde sehingga memiliki keunikan tersendiri dibandingkan produk-produk Shibori lainnya. Melihat ke awal pembentukannya, Mahija adalah brand busana ready to wear yang lahir saat Februari 2019, di mana merupakan kolaborasi bersama antara dua brand, yaitu Ariesanthi sebagai fashion designer dengan Sycamore sebagai crafter material. Preview koleksinya dihadirkan pertama kali pada gelaran akbar Jogja Fashion Festival 2019 di Plaza Ambarrukmo, yang juga menjadi pre-launching bagi merek Mahija.