Dolar Naik Tipis Seiring Dimulainya Perundingan Dagang AS-China

Dolar Naik Tipis Seiring Dimulainya Perundingan Dagang AS-ChinaIlustrasi Dolar AS - Reuters
08 Oktober 2019 12:17 WIB Renat Sofie Andriani Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Indeks dolar Amerika Serikat (AS) mempertahankan pergerakannya di wilayah positif pada perdagangan pagi ini, Selasa (8/10/2019). Hal itu seiring dengan dimulainya perundingan perdagangan AS-China pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, naik tipis 0,016 poin atau 0,02 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya ke level 98,983 pada pukul 08.33 WIB .

Pada perdagangan Senin (7/10), indeks dolar AS ditutup di posisi 98,967 dengan menguat 0,159 poin atau 0,16 persen. Indeks mulai melanjutkan kenaikannya dengan dibuka di posisi 98,977 Selasa pagi ini (8/10).

Greenback menguat setelah aksi penghindaran risiko dan ekspektasi yang rendah untuk adanya terobosan kesepakatan perdagangan antara AS dan China mendorong mata uang yang terekspos dengan isu perdagangan, seperti dolar Australia dan yuan China, ke posisi lebih rendah.

Kenaikan dolar AS terpantau masih bertahan di zona hijau pada perdagangan di Asia Selasa pagi ini, tetapi pergerakannya cenderung tipis karena pasar mata uang berada dalam pola holding.

Pelaku pasar keuangan tengah menantikan perkembangan dari diskusi perdagangan antara kedua belah pihak dan rilis survei sektor jasa China untuk mendorong sentimen.

“Tidak ada yang bisa yakin tentang perundingan itu, kecuali kecenderungan bahwa perundingan-perundingan yang terjadi biasanya berakhir lebih mengecewakan daripada menyenangkan harapan pasar,” ujar Sean Callow, pakar strategi mata uang di Westpac, Sydney.

"AS dan China terlalu jauh berbeda dalam isu-isu utama,” tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Nilai tukar yuan Offshore China, mata uang yang paling sensitif terhadap isu perundingan perdagangan dilaporkan bergerak flat di level 7,1330 per dolar AS.

Pertemuan level Deputi antara negosiator AS dan China dimulai di Washington pada Senin (7/10) waktu setempat, dengan sedikit tanda-tanda kemajuan.

Pembicaraan level tinggi kemudian dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis (10/10), ketika Wakil Perdana Menteri China Liu He bertemu dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Bloomberg melaporkan bahwa pejabat pemerintah China mensinyalkan keengganan untuk menyetujui kesepakatan perdagangan yang diberikan oleh Presiden AS Donald Trump.

Bulan lalu, "sebagai isyarat itikad baik" Trump menunda pengenaan kenaikan tarif atas impor China senilai US$250 miliar menjadi 30 persen dari saat ini 25 persen. Penundaan berlaku hingga 15 Oktober, semula dijadwalkan mulai 1 Oktober .

Trump mengatakan kenaikan tarif tersebut akan diberlakukan jika progres tidak tercapai dalam negosiasi pekan ini. Pemerintah AS juga menambahkan 28 biro keamanan publik dan perusahaan China ke dalam daftar hitam perdagangan pada Senin (7/10).

“Tampaknya hal terbaik yang dapat kita harapkan untuk pekan ini adalah berlanjutnya gencatan senjata dan agar Trump memperpanjang batas waktu untuk kenaikan tarif berikutnya," ujar Tapas Strickland, seorang ekonom di National Australia Bank, Sydney.

Posisi indeks dolar AS
TanggalPosisi

8/10/2019

(Pk. 08.33 WIB

98,983

(+0,02 persen)

7/10/2019

 

98,967

(+0,16 persen)

4/10/2019

 

98,808

(-0,06 persen)

Sumber: Bloomberg

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia