Inovasi Digital Perkuat Hubungan Antara Pelaku Ekonomi

Inovasi Digital Perkuat Hubungan Antara Pelaku EkonomiKepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan ketika ditemui di ruangannya, Jogja, Jumat (9/8)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
07 Desember 2019 09:47 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Inovasi digital mampu memperkuat hubungan antara pelaku ekonomi dari yang terkecil hingga yang terbesar, dari konsumen individual UMKM hingga korporasi besar. Untuk itu Bank Indonesia pada Mei 2019 lalu telah meluncurkan blue print Sistem Pembayaran Indonesia 2025. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan mengatakan cetak biru tersebut akan diimplementasikan melalui lima inisiatif. "Kami meyakini inovasi sistem pembayaran ini  akan dapat mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital secara Nasional," terang dia, Jumat (6/12).

Hilman menjelaskan inisiatif pertama yakni perkembangan open banking. Digitalisasi perbankan didorong, interlink dengan teknologi finansial (tekfin) dan dagang-elektronik (dagang-el) terus kami bangun. Hal ini diyakini akan memperluas transaksi pembayaran digital dan peluang pembiayaan UMKM yang lebih besar. "Kedua kami akan membangun BI-Fast, yaitu infrastruktur pembayaran retail yang seketika dan beroperasi tanpa henti 24/7, 24 jam selama tujuh hari," terang dia.

Ketiga, inisiatif yang dilakukan yakni infrastruktur pasar keuangan. Bank Indonesia Real Time Gross Settlement ( BI-RTGS), Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP) akan dimodernisasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keandalan layanan dan pemenuhan standar terbaik internasional. "Keempat BI akan membangun infrastruktur publik untuk data granular transaksi pembayaran termasuk payment ID dan consumer consent yang memadai," jelas dia.

Kelima, penguatan framework pengaturan, perizinan, dan pengawasan, untuk mendorong inovasi pembayaran retail melalui sand box, dengan memperhatikan pengendalian risiko dan perlindungan konsumen. BI meyakini implementasi blue print ini akan meningkatkan digitalisasi perbankan, interlink dengan tekfin dan dagang-el dalam ekosistem terintegrasi unicorn nasional. "Dan yang lebih penting lagi akan memberikan layanan pembayaran digital yang lebih mudah, cepat, dan murah untuk semua orang," ucap dia. 

Penguatan Sinergi

Hilman menyebutkan sinergi kebijakan Bank Indonesia dengan pemerintah daerah, OJK dan para mitra kerja yang selama ini telah erat akan semakin diperkuat. Sinergi bauran kebijakan makroekonomi dan sistem keuangan untuk menjaga stabilitas sambil memanfaatkan ruang mendorong momentum pertumbuhan.

Sinergi transformasi ekonomi untuk meningkatkan pertumbuhan yang lebih tinggi sekaligus memperkuat struktur perekonomian. "Sinergi dalam inovasi digital kami lakukan agar blue print sistem pembayaran dapat mendukung integrasi ekonomi keuangan digital," papar dia.

Sinergi juga diperkuat dengan dunia usaha, akademika, media dan berbagai pihak pemangku kepentingan lainnya. "Dengan sinergi itulah Indonesia menunjukkan ketahanan menghadapi dinamika ekonomi global. Dengan sinergi, transformasi, dan inovasi prospek inovasi Indonesia akan lebih baik ke depan. Menuju negara maju yang semakin sejahtera," kata dia.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan transformasi ekonomi dan keuangan digital melalui elektronifikasi transaksi pemda, pembayaran transportasi, dan e-retribusi telah diterapkan di DIY. "Prosesnya pada penarikan dan pembayaran retribusi pasar di Kota Jogja, Kabupaten Sleman, dan Bantul," ujar dia.

Ia menjelaskan Elektronifikasi Pemkab Sleman sudah mencapai tahap ekspansi, berada terdepan di antara kabupaten/kota lainnya. Hal ini, seharusnya dapat menjadi motivasi bagi pemerintah kabupaten dan kota lainnya untuk mengakselerasi transformasi elektronifikasi transaksi di pemerintahan kabupaten/kota se-DIY.

Dalam konteks ini, perlu dipertimbangkan pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), untuk peningkatan pertumbuhan transaksi ekonomi digital. "Pemda DIY akan melakukan koordinasi dan harmonisasi kebijakan daerah bersama BI mendukung percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi DIY," terang dia.