2019, Hunian Hotel di DIY Masih Stagnan

2019, Hunian Hotel di DIY Masih StagnanMarketing Communication The Atrium Hotel and Resort Restu Ema Nuraini berfoto di resort room yang cocok untuk tamu berlibur atau honeymooners belum lama ini./ Ist. - The Atrium Hotel and Resort
21 Desember 2019 10:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :


Harianjogja.com, JOGJA— Kondisi okupansi hotel selama 2019 jika dibanding 2018 dinilai masih stagnan. Diharapkan pada 2020 mengalami lonjakan setelah ada bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan okupansi hotel masih stagnan seperti tahun lalu, untuk hitungan Januari sampai dengan Desember 2019.

“Karena saat ini adanya manajemen hotel virtual yang menggunakan apartemen, kost-kostan, rumah-rumah sebagai layaknya penginapan atau hotel. Kami harap itu ada perlakuan yang sama seperti anggota PHRI untuk izin dan pajaknya,” ucap Deddy, Jumat (20/12/2019).

Tantangan lain menurut Deddy adalah saat ini kompetisi destinasi antar daerah juga negara sangat ketat, karena saat ini negara maupun daerah lain semakin mengerti sektor pariwisata menjadi income daerah atau negara yang menjanjikan

“Maka sudah saatnya pemerintah daerah atau pusat harus bisa dan terus berpromosi yang tiada henti yang melibatkan swasta dan terus berbenah berinovasi diri. Inovasi terutama destinasi,” katanya.

Pada YIA sendiri ia mengatakan saat ini pelaku wisata baru pada level berharap dapat meningkatkan kunjungan. “Bandara baru tetapi untuk penerbangannya dalam volume yang sama serta tidak adanya tambahan penerbangan langsung dari negara lain selain Malaysia, Singapura ya akan sama saja,” ujarnya.

Pada akhir tahun ini sendiri dikatakan Deddy sampai Jumat (20/12/2019), ada pergerakan peningkatan reservasi sampai 2 Januari 2020 sebesar 10%, okupansi mencapai rata-rata 75%, karena ini belum selesai hingga Desember, Deddy belum bisa mengungkapkan angka validnya. Meski begitu ia berharap ada kenaikan, karena tahun lalu rata-rata okupansi 80%, ia berharap tahun ini bisa mencapai 90%.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) DIY terakhir pada Desember, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di DIY Oktober 2019 sebesar 59,92%, mengalami kenaikan sebesar 8,32 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya yang tercatat 51,60%. TPK hotel non bintang sebesar 28,76%, mengalami kenaikan sebesar 0,42 poin dibandingkan TPK September 2019.