Tekan Harga Tiket Pesawat yang Mahal, Kemenhub Usul 3 Skema Ini

27 Januari 2020 07:27 WIB Rinaldi Mohammad Azka Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perhubungan mengusulkan tiga skema agar harga tiket penerbangan dapat ditekan lebih murah. Upaya ini diharapkan dapat mengatasi keluhan mahalnya harga tiket pesawat yang dioperasikan maskapai dalam negeri.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan tiga hal tersebut agar harga tiket penerbangan dapat lebih terjangkau oleh masyarakat. "Saya usulkan tiga hal beberapanya sudah didiskusikan dengan Pak Erick Thohir [Menteri BUMN]," tutur Menhub , Jumat (24/1).

Ketiga usulan itu yakni, pertama, maskapai melakukan bundling (menggabungkan) biaya hotel dan penerbangan untuk paket wisata. Dengan begitu bisa lebih murah.

Kedua, memberikan penjualan dari jauh hari. Menurutnya, okupansi maskapai Garuda Indonesia rata-rata 70% dan sisa 30% ini disayangkan masih ada sisanya. "Kalau setengah dari 30 persen itu saja terisi, bisa dijual tiga bulan sebelumnya maka tingkatkan tingkat keterisian walaupun diskon," jelasnya.

Ketiga, memberi tiket murah di hari dan jam tertentu, ketika load factor rendah. "Kami harapkan maskapai Garuda Indonesia lebih bagus, tetap eksis tapi juga bisa terjangkau untuk masyarakat," imbuh Menhub.

Menhub menyebutkan pihaknya sudah berbicara dengan Pertamina mengenai harga Avtur dan kemungkinan adanya penyalur swasta supaya ada kesepakatan bersama. "Lalu, rebalancing harga di Indonesia bagian timur tidak mahal sekali. Ada indeks tertentu agar harga tidak tinggi sekali sehingga penerbangan yang kemampuannya tak sama dengan bagian barat justru mahal," kata Menhub.

Sumber : Bisnis Indonesia