Perilaku Konsumen Alami Perubahan

Perilaku Konsumen Alami PerubahanPara pembicara dalam diskusi Menjelajah Perubahan Perilaku Konsumen, di Liberates Creative Colony, Jumat (31/1)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
01 Februari 2020 07:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Berkembangnya  zaman dan teknologi turut mengubah perilaku konsumen dalam membeli produk atau menentukan pilihan.

Staf Kementrian Komuninadi dan Informatika (Kemenkominfo), Donum Theo mengungkapkan perubahan perilaku konsumen tersebut turut disadari pemerintah. "Perubahan perilaku konsumen tersebut kami alami saat sosialisasi tentang pemilu. Bagaimana mengajak mereka memilih. Solusi melihat di era saat ini e-commerce yang banyak digunakan masyarakat. Hal itu yang kami manfaatkan, bekerja sama dengan mereka dengan memberikan promo dengan ajakan untuk ikut serta dalam pemilu," ucap Donum, dalam diskusi Menjelajah Perubahan Perilaku Konsumen, di Liberates Creative Colony, Jumat (31/1).

Ke depan, kata dia, manfaat marketplace dan teknologi finansial (tekfin) berkembang. Misalnya, kerja sama menjalankan program pemerintah hingga mengajak masyarakat menyalurkan hak pilihnya saat Pilkada.

Hal senada diungkapkan pendiri Dagadu A. Noor Arief. Dari hasil forum group discussion (FGD) yang dilakukan Dagadu pada 2015, ditemukan sejumlag hal menarik. Misalnya, segala sesuatu yang konsisten sudah berjarak dengan segmen pasar sehingga memerlukan perubahan.

"Hasil riset FGD harus berubah tetapi memang masih ada konsumen yang menanyakan produk-produk lawas tetapi presentase tidak banyak. Segmen kami lebih banyak diwarnai anak muda yang memang punya preferensi. Kami coba penuhi produk dan desainnya," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, turut dikenalkan Liberates Creative Colony dengan sejumlah unit bisnisnya. Mulai dari Libstud yang lahir sebagai studio desain dan tumbuh menjadi konsultan merek dan bisnis kreatif.

Kemudian Libstore yang menjual berbagai merchandise dan berkolaborasi dengan seniman, musisi, dan brand dalam manajemen merchandise. Libspace yang menjadi ruang belajar, berbagi, kreatif, dan produktif. Berikutnya Libstory yang menggali cerita brand lebih dalam. Strategi, perencanaan, produksi, dan delivery cerita brand lewat konten maupun iklan media sosial serta analisa performa konten media sosial maupuna Libsajen sebagai tempat nongkrong dengan konsep rumahan. Selain itu juga dilakukan soft opening The Good & The Bad Print.