Kereta Nusantara Explorer Segera Beroperasi, Ini Fasilitas dan Harga Tiketnya
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang menyampaikan wacana cuti hamil selama enam bulan dan cuti suami 40 hari berpotensi memperbanyak pekerja kontrak.
Pekerja kontrak atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) akan menjadi pilihan bagi pengusaha sebagai siasat untuk tidak mengeluarkan biaya operasional perusahaan.
“Jangan sampai nanti pengusaha menyiasati pekerjanya menjadi pekerja kontrak karena harus mengeluarkan biaya operasional dalam bentuk gaji selama enam bulan terhadap pekerja yang mendapatkan cuti hamil,” ujar Sarman, Kamis (23/6/2022).
BACA JUGA: Gas Melon Bakal Dikonversi ke Kompor Induksi, Pengamat: Segera Realisasikan!
Dari salah satu poin di Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA), disebutkan pekerja/buruh dapat mengambil cuti melahirkan selama enam bulan dengan tetap mendapatkan gaji penuh selama tiga bulan pertama dan 75% gaji untuk tiga bulan berikutnya.
Untuk itu, Sarman mengingatkan jangan sampai kebijakan yang dibuat akan semakin menurunkan peringkat produktivitas tenaga kerja Indonesia yang jauh tertinggal.
Mengacu data Asian Productivity Organization (APO) yang dikeluarkan pada 2020, posisi produktivitas per pekerja Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia.
Indonesia berada di bawah rata-rata tingkat produktivitas tenaga kerja di enam negara ASEAN, bahkan secara global Indonesia berada diurutan 107 dari 185 negara.
Dia pun meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali wacana tersebut dari berbagai aspek mulai tingkat produktivitas, kemampuan pelaku usaha, dan dampak terhadap pelaku UMKM.
BACA JUGA: Duh, Lebih dari 20.000 Perusahaan Belum Lindungi Pekerja
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) tersebut menyampaikan bahwa psikologi pengusaha harus dijaga karena mereka yang akan menjalankan kebijakan ini.
Harapannya, pengusaha akan memiliki kesiapan dan kemampuan jika RUU ini disahkan. Dalam UU No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan sudah diatur hak cuti hamil selama tiga bulan,dan sudah berjalan hampir 19 tahun, pelaku usaha menjalankan aturan tersebut tersebut dengan konsisten. Perusahaan menengah, besar, dan pemerintahan kemungkinan dapat menjalankan aturan tersebut. Tetapi kemungkinan bisa berbeda dengan pelaku UMKM yang memiliki sedikit pegawai dan harus membayar gaji dan pekerja pengganti.
“Kami juga berharap agar sinkronisasi RUU ini dengan UU No.13/2003 dilakukan secara cermat sehingga tidak menimbulkan dualisme kebijakan yang nantinya membingungkan pelaku usaha,” ucap Sarman.
Tak hanya pengusaha yang akan bingung, pekerja juga meminta kejelasan UU tersebut agar tidak tumpang tindih.
Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi menyampaikan kehadiran RUU KIA akan memunculkan ketidakharmonisan dengan UU Ketenagakerjaan.
“Kalau memang RUU ini disahkan, pasti akan tidak harmonis dengan UU Ketenagakerjaan, ini mau ikut UU mana? Harus ada yang mengalah, harus ada yang direvisi,” ujar Ristadi, Rabu (22/6).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Luhut mengajak Tsinghua berkolaborasi meneliti 435 spesies herbal Indonesia di IT Del melalui riset genomik dan teknologi kecerdasan buatan.
DPRD DIY menyoroti titik rawan kecelakaan di JJLS dan mengusulkan pemasangan pagar pengaman serta PJU secara bertahap.
Pakar UMY menyoroti risiko fiskal pengelolaan utang Whoosh, termasuk tenor 80 tahun dan potensi tekanan terhadap ruang anggaran publik.
Cara cek pre-order iPhone 18 Pro di iBox, Digimap, dan Erafone, termasuk voucher, pilihan warna, kapasitas, serta perkiraan harga global.
WNA China berinisial HW ditolak masuk Soetta meski visa masih berlaku setelah ada atensi terkait dugaan pencurian barang penumpang di pesawat Starlux.