PDAM Sleman Petakan Wilayah Rawan Air Hadapi Kemarau Panjang
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
Pelepasan burung sebagai simbol kebangkitan UMKM pada kegiatan Gebyar UMKM bertema Bangkit dan Bergerak UMKM Kevikepan Yogyakarta Barat, Minggu (25/9/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Sebagai salah satu penopang perekonomian negara, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus diperkuat. Pasalnya keberadaan UMKM terbukti mampu menggerakkan perekonomian negara dalam situasi apapun.
Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta mengatakan saat ini merupakan waktu untuk kembali menggerakkan perekonomian bangsa. Salah satunya dengan membangkitkan kembali semangat para pelaku UMKM setelah dua tahun menghadapi pandemi Covid-19.
"Para pelaku UMKM ini bisa terus diperkuat untuk kembali menggerakkan perekonomian bangsa khususnya di Sleman. Kami berharap Sleman bisa berdikari membangun perekonomiannya melalui UMKM," katanya di sela-sela kegiatan Gebyar UMKM bertema Bangkit dan Bergerak UMKM Kevikepan Yogyakarta Barat di Desa Wisata Brayut Pandowoharjo, Sleman, Minggu (25/9/2022).
BACA JUGA: Adu Vokal dan Dance Ramaikan Korean Wave Hari Ketiga
Senada, anggota DPR RI asal DIY MY Esti Wijayati mengatakan, pelaku UMKM menjadi bagian utama kegiatan perekonomian untuk memajukan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah harusnya memiliki banyak program untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Tinggal bagaimana program yang dilakukan tepat sasaran dan tepat pelaksanaannya. Misalnya di Kementerian Sosial ada program khusus untuk kegiatan perekonomian bagi kelompok rentan miskin dan miskin yang ingin berusaha dan maju," katanya.
Selain itu, banyak program pemberdayaan ekonomi di kementerian lainnya. Bantuan tersebut hanya simultan saja untuk mengerakkan ekonomi dan penguatan pelaku UMKM untuk bisa lebih maju.
"Dengan pola seperti ini maka sangat dimungkinkan UMKM akan menjadi sumber pendapatan untuk menyejahterakan masyarakat," katanya.
Ketua Panitia Gebyar UMKM Kevikepan Yogyakarta Barat Rayon Sleman 1, Robertus Adam Agung mengatakan jumlah UMKM yang terlibat sebanyak 60 UMKM di mana 39 UMKM bergerak di sektor kuliner. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Sleman.
"Kami merangsang UMKM untuk bangkit kembali dengan kegiatan gebyar ini. Ke depan kegiatan ini akan kami lanjutkan dengan kegiatan lainnya," ujar Agung.
Dia berharap dengan Gebyar UMKM, perekonomian masyarakat bisa kembali bergerak. Alasannya para pelaku UMKM bisa menjadi tonggak perekonomian masyarakat dalam situasi apapun, termasuk saat menghadapi pandemi Covid-19. "Kegiatan ini kami harapkan bisa menggerakkan sektor perekonomian apalagi digelar di Desa Wisata Brayut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.