Ekonomi Jogja Tumbuh 5,84 Persen, Ini Sektor Paling Moncer
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY menyampaikan laju inflasi DIY pada September 2023 tertahan oleh penurunan harga komoditas, seperti telur ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit. Plh Kepala Kantor Perwakilan BI DIY, Agung Budilaksono mengatakan penurunan harga terjadi karena pasokan yang terjaga, produksi telur memadai, dan panen raya bawang merah di Bantul serta Kulonprogo.
"Laju inflasi pada September 2023 masih dapat tertahan oleh penurunan harga di sejumlah komoditas inflasi. Komoditas telur ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit jadi faktor penahan inflasi," ucapnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/10/2023).
BACA JUGA : BPS DIY Catat Inflasi Bulanan Juli 2023 Sebesar 0,28%
Laju inflasi DIY September 2023 juga tertahan oleh komoditas angkutan udara. Terjadi penurunan pasca puncak perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Sementara komoditas pendorong laju inflasi DIY September 2023 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok transportasi. Untuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau dipengaruhi oleh kenaikan harga beras, wortel, dan bawang putih.
"Naiknya harga beras disebabkan oleh berkurangnya pasokan akibat El Nino. Sementara harga bawang putih yang meningkat ditengarai akibat keterbatasan pasokan di wilayah DIY. Tekanan inflasi kelompok transportasi dipicu oleh penyesuaian harga BBM non subsidi yang terjadi pada awal bulan," jelasnya.
Dia menyebut inflasi DIY pada September 2023 masih berada di kisaran 3 plus minus 1%. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat di DIY terjadi inflasi sebesar 0,29% (month-to-month/mtm) pada September 2023. Sehingga secara tahunan mengalami inflasi sebesar 3,30% (year-on-year/yoy).
"Terjaganya inflasi dimaksud merupakan hasil koordinasi yang erat dan serangkaian implementasi kebijakan stabilisasi harga dan pemenuhan pasokan dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY. Dengan perkembangan inflasi terkini, secara kumulatif inflasi DIY hingga September 2023 sebesar 2,18% (year-to-date/ytd)," paparnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, ke depan BI memperkirakan inflasi DIY akan terus berada di kisaran targetnya. Kondisi ini didukung oleh upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY dalam menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
"Seperti operasi pasar, pasar murah, dan implementasi Strategi Pengendalian Harga Pangan (SPHP). Kebijakan dimaksud juga diperkuat oleh optimalisasi Kios Segoro Amarto sebagai price reference store untuk menjaga daya beli, Kerjasama Antar Daerah (KAD), dan monitoring risiko El Nino secara periodik," lanjutnya.
Sebelumnya, Statistisi Ahli Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono mengatakan andil inflasi paling besar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yakni sebesar 0,60% dengan andil 0,14%; sektor transportasi 0,42% dengan andil 0,06%; dan kelompok kesehatan 0,83% dengan andil 0,02%.
"Kenaikan harga-harga di DIY utamanya disebabkan oleh sumbangan dari beras. Ini naik cukup besar 6,28 persen dibandingkan kondisi bulan sebelumnya sehingga menyumbang inflasi 0,20 persen," ucapnya.
Tingginya harga beras, kata dia, didorong oleh kenaikan harga di tingkat petani dan penggilingan akibat kemarau panjang. Inflasi bulan ini juga disumbang oleh bensin yang mengalami kenaikan harga 1,80% dengan andil pada inflasi 0,07%.
BACA JUGA : BPS DIY Catat Inflasi September 0,29%, Harga Beras
Inflasi bulan ini tertahan oleh komoditas telur ayam ras yang mengalami penurunan harga sebesar 8,87% dengan andil 0,08%, bawang merah 19,54% dengan andil 0,05%, cabai rawit 10,51% dengan andil 0,01%, dan angkutan udara 1,10% dengan andil 0,02%.
"Angkutan udara akibat demand selama September yang cenderung turun setelah libur panjang Juli, akibatkan penurunan harga pesawat angkutan udara 1,10 persen sumbang deflasi 0,02 persen,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Persebaya pesta gol 7-0 atas Semen Padang. Simak jalannya pertandingan, daftar pencetak gol, dan susunan pemain lengkap.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Selandia Baru umumkan skuad Piala Dunia 2026 hasil seleksi 3 tahun. Kombinasi pemain senior dan muda siap beri kejutan.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.