Advertisement

Kuartal I/2024 Penjualan Sepeda Motor Lesu, Ini Harapan AISI

Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Minggu, 21 April 2024 - 14:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Kuartal I/2024 Penjualan Sepeda Motor Lesu, Ini Harapan AISI Model bergaya di belakang motor Vespa di ruang pamer PT Piaggio Indonesia, di Ciledug, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu./ JIBI/Bisnis Indonesia - Endang Muchtar

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Selama kuartal I-2024, penjualan sepeda motor mengalami penurunan 4,87% seiring dengan inflasi pangan yang belum terkendali. Selain itu, tingginya tingkat suku bunga dari Bank Indonesia atau BI dinilai menjadi pemicunya.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala berharap harga pangan lekas stabil. Inflasi pangan yang cukup tinggi memiliki andil dalam daya beli konsumen terhadap sepeda motor. Tren suku bunga yang disebut belum menunjukkan tanda-tanda pemangkasan juga menjadi faktor tersendiri.

Advertisement

BACA JUGA: SIM dan STNK Habis saat Libur Lebaran, Polri Beri Waktu Toleransi untuk Memperpanjang

Ia merujuk pada Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan motor domestik mencapai 1,73 juta (1.735.090) pada Januari-Maret 2024, turun 4,87% dari 1,82 juta (1.824.073) unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi harga bergejolak (volatile food) pada mencapai 10,33% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Maret 2024. Inflasi harga bergejolak tertinggi sebelumnya tercatat pada Juli 2022 sebesar 11,47%.

"Artinya, tingkat inflasi harga bergejolak pada Maret 2024 merupakan yang tertinggi dalam 20 bulan terakhir," kata Sigit, Minggu (21/4/2024).

Menurutnya, penjualan sepeda motor bisa kembali menunjukkan tajinya apabila pemerintah mampu menstabilkan inflasi pangan, hingga menjaga nilai tukar rupiah yang saat ini sudah di atas level Rp16.200. 

“[Pemerintah perlu] menstabilkan harga pangan supaya daya beli konsumen sepeda motor normal kembali. Selain itu, juga menstabilkan kurs mata uang, agar impor pangan lebih terjangkau ya,” katanya.

Penjualan sepeda motor domestik masih didominasi oleh scooter atau motor matik dengan kontribusi 90,50% pada Januari-Maret 2024. Kemudian segmen underbone atau motor bebek dan sport masing-masing berkontribusi 4,73%, dan 4,77%.

Kinerja ekspor juga tidak jauh berbeda dengan penjualan domestik yang lesu. Tercatat ekspor pada Januari-Maret 2024 mencapai 117.205 unit, turun 3,81% dari 121.858 unit secara year-on-year (YoY). Jenis motor matik mendominasi ekspor dengan kontribusi 49% dari total ekspor pada Januari-Maret 2024. Kemudian jenis underbone sekitar 26,16%, dan sport 24,84%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Hadapi Musim Kemarau, Kementan Siapkan Program Pompanisasi di Daerah Pertanian Kering

Bantul
| Sabtu, 25 Mei 2024, 07:27 WIB

Advertisement

alt

Kyoto Jepang Larang Turis Kunjungi Distrik Geisha di Gion, Ini Alasannya

Wisata
| Kamis, 23 Mei 2024, 10:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement