Advertisement
Pengembang Menanti Insentif Kredit Lahan & Konstruksi
Ilustrasi perumahan berskema FLPP (Rachman/JIBI - Bisnis)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pengembang rumah subsidi menilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) lebih baik memberikan insentif kredit pengadaan lahan atau bunga khusus bagi kredit konstruksi perumahan subsidi.
Sekjen Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) Daniel Djumali mengatakan dua hal itu akan bermanfaat langsung untuk masyarakat MBR. Daniel menyebut memang saat ini Kementerian PUPR melalui PPDPP tengah merumuskan skema kredit konstruksi untuk pengembang subsidi, tetapi jangka waktunya terbatas maksimal sembilan bulan. Satu tahun dikurangi masa pembangunan rumah subsidi tiga bulan.
Advertisement
"Itu masih kurang effektif, karema belum lagi waktu untuk urus perizinan dan penyertifikatan-nya," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) Rabu (8/8/2018).
Bahkan aturan yang tengah digagas dan dirumuskan bersama PPDPP itu aturan resminya juga belum memiliki juklak. Daniel pun menyimpulkan belum ada kredit konstruksi bagi pengembang rumah MBR yang diberikan dengan tenor di atas dua tahun dan dengan bunga khusus.
BACA JUGA
"Sehingga lebih baik jika OJK dan Bank Indonesia memberikan bunga khusus untuk kredit konstruksi bagi pengembang rumah subsidi bagi MBR, untuk membantu percepatan pembangunan perumahan subsidi," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pengolahan Sampah Mandiri Jogja Diperkuat Usai TPST Piyungan Tutup
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 dan UBS Kompak Menguat
- OJK Blokir Ribuan Pinjol Ilegal dan Nomor Penagih
- AS Mundur dari Organisasi Global, Ekonomi Dunia Makin Tak Pasti
- Harga Emas Antam Naik Rp25.000, Tembus Rp2,6 Juta
- Harga Cabai Rawit Rp58.250, Telur Rp32.450 per Kg
- BI DIY Catat Outflow Uang Kartal Akhir 2025 Lampaui Rp1 Triliun
- Pemda DIY Andalkan Pangan dan UMKM Dongkrak Ekonomi 2026
Advertisement
Advertisement



