Jokowi Bakal Panggil Dirut Pertamina Bahas Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Jokowi Bakal Panggil Dirut Pertamina Bahas Kenaikan Harga Tiket PesawatPekerja beraktivitas di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (25/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
12 Februari 2019 08:57 WIB Yodie Hardiyan Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana memanggil Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Pemanggilan ini terkait kenaikan harga tiket pesawat yang disebabkan harga avtur. 

Rencana pemanggilan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati itu disampaikan oleh Presiden Jokowi  di hadapan para pengusaha hotel dan restoran dalam acara makan malam bersama Rapat Kerja Nasional Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Hotel Sahid, Senin (11/2/2019).

Dalam acara itu, Ketua PHRI Haryadi Sukamdani menyampaikan keluhan pengusaha hotel mengenai dampak dari peningkatan harga tiket pesawat terhadap penurunan jumlah hunian hotel. Peningkatan harga tiket pesawat itu disebut dipengaruhi oleh harga avtur yang dijual oleh Pertamina. Keluhan itu disampaikan Haryadi dari atas panggung di hadapan Presiden.

Ketika mendapat giliran berpidato, Presiden langsung menanggapi keluhan tersebut. Presiden mengaku kaget setelah dirinya mendapatkan informasi dari pengusaha Chairul Tanjung, yang duduk sebangku dengannya di acara itu, mengenai avtur atau bahan bakar pesawat.

Penjualan avtur di Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, menurut Presiden, dimonopoli oleh Pertamina. Oleh karena itu, dirinya akan memanggil Dirut Pertamina keesokan harinya untuk membahas persoalan avtur yang akhirnya berdampak ke harga tiket pesawat ini.

"Pilihannya hanya, satu, harga [avtur] sama dengan harga internasional atau dua, kalau tidak bisa berarti akan masukkan kompetitor lain sehingga terjadi kompetisi," kata Presiden Jokowi.

Seusai menghadiri acara itu, Presiden Jokowi sempat memberikan keterangan kepada jurnalis mengenai isu avtur tersebut. Menurutnya, monopoli membuat harga avtur menjadi tidak kompetitif. Harganya, menurut Presiden, terpaut 30% dari harga avtur di negara lain.

"Itu yang harus dibenahi sehingga kalau harga sama dengan negara lain, ada yang namanya daya saing, competitiveness. Kalau ini diterus-teruskan pengaruhnya ke harga tiket pesawat, karena harga avtur itu menyangkut 40 persen dari cost yang ada di tiket pesawat," kata Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, kompetisi akan menghasilkan persaingan yang sehat. Dengan persaingan sehat, menurutnya, akan berpengaruh terhadap efisiensi biaya. Pernyataan Presiden mengenai avtur di acara Rakernas itu mendapat sambutan meriah dari para hadirin.

Sumber : bisnis.com