Setelah Larangan Mudik, Penumpang KA ke Jogja Bakal Meningkat

Setelah Larangan Mudik, Penumpang KA ke Jogja Bakal MeningkatIlustrasi. - Bisnis/Himawan L Nugraha
14 Mei 2021 18:49 WIB Sirojul Khafid Ekbis Share :

Harianjogja.com, Jogja– Penumpang kereta api di Daerah Operasi (DAOP) 6 Jogja diperkirakan meningkat setelah larangan mudik 6-17 Mei 2021 usai.

Menurut Manager Humas PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Jogja, Supriyanto, ada 3.834 penumpang yang akan datang ke wilayah Daop 6 pada 18 Mei 2021. Sementara untuk keberangkatan akan ada 3.950 penumpang. Untuk keberangkatan dari Daop 6, tujuan mayoritas ke Jakarta.

[Tanggal 18 Mei] sudah mulai orang bergerak. Kantor atau pabrik juga mulai masuk,” kata Supriyanto, Jumat (14/5).

Apabila dibandingkan dengan jumlah penumpang pada masa pelarangan mudik, peningkatan bisa mencapai tujuh kali lipat. Pada 15-17 Mei 2021 misalnya, jumlah penumpang turun di Daop 6 berturut-turut yaitu 386, 662, dan 430 penumpang. Di tanggal yang sama, jumlah penumpang di keberangkatan secara berturut-turut 759, 1.619, dan 860 penumpang.

Selama larangan mudik, PT. KAI mengoperasikan 5 KA Jarak Jauh Komersial yaitu Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasarturi PP), Argo Wilis (Bandung-Surabaya Gubeng PP), Gajayana (Gambir-Malang PP), Bima (Gambir-Surabaya Gubeng PP), dan Argo Lawu (Gambir-Solo Balapan PP).

Selain itu KAI juga mengoperasikan 14 KA Jarak Jauh PSO ke berbagai tujuan yaitu KA Maharani, Kahuripan, Sritanjung, Bengawan, Serayu, Kutojaya Selatan, Tawangalun, Probowangi, Tegal Ekspres, Bukit Serelo, Kuala Stabas, Rajabasa, Putri Deli, dan Pasundan.

"Total ada 19 KA Jarak Jauh yang kami operasikan bagi masyarakat yang dikecualikan dan bukan untuk kepentingan mudik. Tiket dapat dipesan melalui aplikasi KAI Access, web KAI, aplikasi mitra resmi KAI, dan loket stasiun," kata Supriyanto.