BLT Rp900 Ribu Cair Juli 2026? Ini Cara Cek Penerima
BLT Rp900 ribu dari Kemensos cair atau tidak Juli 2026? Cek status penerima bansos lewat website dan aplikasi resmi berikut ini.
CEO Founder Hobikoe, Mukhammad Washar Wasesa./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA — Masa sulit bisnis rintisan (start up) tak membuat perusahaan Hobikoe, perusahaan start up asal Jogja ini patah arang. Untuk itu, founder Hobikoe, Mukhammad Washar Wasesa memiliki trik khsuus, yakni dengan cara kolaborasi.
Wesa, sapaan akrab Mukhammad Washar Wasesa mendirikan Hobikoe di bawah naungan PT Djaya Dipa Indonesia pada 2020 lalu. Wesa bermimpi, Hobikoe menjadi satu-satunya perusahaan rintisan kolaborasi dan transaksi barang seni, koleksi dan antik di kawasan Asia.
Pria kelahiran Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, 23 Juli 1983 ini mulai hijrah ke Jogja pada 2006 lalu. Dia kemudian berniat menggabungkan hobi dengan bisnis berbasis teknologi.
Salah satu kunci yang dia lakukan untuk pengembangan start up-nya adalah dengan kolaborasi. "Kami membangun kolaborasi pencinta barang antik se-Indonesia, membangun basis data kolektor dan koleksi barang antik seluruh Indonesia. Kami akan ekspansi ke Asia dan Go Internasional," kata Wesa, beberapa hari lalu.
Wesa merupakan Ketua Indonesia Antique Community, sebuah komunitas yang menaungi banyak komunitas jual beli barang antik dan Ketua Masyarakat Numismatik Indonesia (MNI) Jawa Tengah dan DIY.
BACA JUGA: Cukai Tembakau Naik, APTI Temanggung: Kami Ingin Pulih Dulu
Dia mampu mengemas platform aplikasi jual beli barang antik dan hobi bagi kolektor dan komunitas pencinta barang seni, antik dan barang koleksi lainnya.
"Platform digital ini satu-satunya di e-commerce Indonesia yang menawarkan berbagai jasa dan memfasilitasi berbagai bentuk transaksi antaranggotanya," ujar Wesa.
Sejak didirikan 24 Januari 2020, kata dia, Hobikoe membukukan pendapatan hingga sebesar Rp1 miliar dengan nilai pertumbuhan Google Analitics yang naik 15%. Platform ini ini sudah diunduh sebanyak 5.000 kali ini untuk kemudian digunakan para pencinta barang-barang antik dan kuno berburu barang koleksinya.
Untuk mengembangkan bisnisnya, Wesa menggandeng sejumlah lembaga. Mulai dari galeri seni dan koleksi Indonesia-Asia; pasar barang antik Indonesia dan Asia; galeri barang antik Indonesia dan Asia; rumah lelang barang antik Indonesia dan Asia; hingga pegadaian barang antik.
"Menurut kami, potensi atau ruang penjualan online ini sebagai salah satu jawaban atas kebutuhan dunia hobi, khususnya layanan bagi para pengguna melalui Collection Management System, Solusi Cloud Collection Management System yang aman dan terenkripsi," katanya.
Ke depan, melalui platform ini Wesa akan mengembangkan fitur Lelang. Fitur ini nantinya dikelola dengan manajemen yang mumpuni seperti kurasi; appraisal; trading dan auction; layanan uang digital; serta NFT dan blokchain dengan misi mengubah lanskap pembayaran yang pernah terjadi sebelumnya.
Sebagai informasi, pemeringkatan perushaan rintisan tahun ini, Indonesia menjadi 10 besar negara dengan jumlah perusahaan rintisan terbanyak di dunia.
Tercatat, 2.346 perusahaan start up dalam negeri yang menempatkan Indonesia di urutan kelima terbanyak di dunia. Jumlah ini merupakan yang terbanyak di Asia Tenggara.
Adapun di Jogja, menurut data Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), berada di urutan ke-5 dengan total 85 perusahaan,
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BLT Rp900 ribu dari Kemensos cair atau tidak Juli 2026? Cek status penerima bansos lewat website dan aplikasi resmi berikut ini.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.
Pembatasan Pertalite disiapkan pemerintah dengan mengacu jenis kendaraan. Desil 10 menjadi sasaran utama kebijakan BBM subsidi.
Lebih dari 200 karya custom otomotif meramaikan Indonesian Custom Show (ICS) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Jumat-Minggu (21-23/8/2026).
BI mencatat defisit transaksi berjalan RI US$12,5 miliar pada kuartal II/2026, menjadi yang terburuk dalam publikasi historis BI.
Disdikpora Kulonprogo menyambut rencana PPPK Paruh Waktu menjadi penuh waktu dengan biaya APBN untuk meringankan beban daerah dan meningkatkan kesejahteraan gur