Advertisement
Disperindag Sleman Gadeng Alfamart untuk Wujudkan UMKM Agar Bisa Naik Kelas
Pelaksanaan kegiatan pelatihan manajemen retail yang diselenggarakan di Ruang Paramadhana lantai tiga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Selasa (22/10/2024). - Harian Jogja - David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 50 pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengikuti pelatihan manajemen retail yang diselenggarakan di Ruang Paramadhana lantai tiga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Selasa (22/10/2024). Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart).
Kepala Dinas Perindag Kabupaten Sleman, R.R Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan, pelatihan manajemen retail ini merupakan kesempatan emas bagi pelaku UMKM di Bumi Sembada untuk dapat naik kelas.
Advertisement
Oleh karenanya, ia meminta kepada para pelaku untuk memiliki keinginan kuat menjadikan usahanya terus berkembang.
“Pemkab mendukung pengembangan ini karena ada upaya menggandeng perusahaan swasta dalam mengakomodasi pelaku umkm untuk lebih berkembang. Tapi, yang terpenting adalah kesadaran dan keinginan pelaku usaha agar bisa maju,” katanya, Selasa siang.
Menurut dia, sinergi yang baik dengan toko berjejaring harus bisa memberikan dampak positif bagi berbagai pihak. Yakni, untuk UMKM maupun toko modern sehingga keduanya dapat bersama-sama berkembang dan berkontribusi positif pada perekonomian bangsa. “Tentunya ada harapan UMKM Sleman bisa lebih maju dan kesejahteraan yang dimiliki bisa lebih ditingkatkan,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Ketua Tim Kerja Pembinaan dan Pengembangan Usaha Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Yantini. Menurut dia, kegiatan pelatihan retail yang diselenggarakan dengan manajemen Alfamaret juga sebagai upaya kurasi terhadap UMKM lokal.
Pada awalnya, sambung dia, ada 100 UMKM yang telah mendaftar untuk kegiatan kurasi, namun setelah diseleksi ada 50 pelaku usaha yang lolos seleksi.
“Ini bagian untuk memperluas jaringan pemasaran karena kalau lolos, maka bisa menjual produknya di Alfamart. Tapi, ada syarat yang dipenuhi agar bisa lolos,” katanya.
Branch Manager Alfamart, Sudarman mengatakan, sangat terbuka bagi produk-produk lokal untuk bisa di pasarkan di toko Alfamart. Kerja sama ini sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam mengembangkan UMKM di Sleman.
“Tujuannya, diharapkan melalui kerjasama ini dapat membantu pemasaran produk UMKM,” katanya.
Menurut dia, produk-produk yang dipajang adalah yang sudah melalui proses seleksi, kualitas rasa, standar kemasan dan dokumen legalitas lengkap.
Salah satu inovasi yang dikembangkan Alfamart digital bisnis untuk produk UMKM bisa dipasarkan melalui media online dan program pendampingan agar usahanya bisa semakin berkembang.
Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, yakni menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pengusaha kecil.
“Pelaku usaha di beri wawasan bagaimana cara untuk memasarkan produknya di alfamart dan pelatihan agar memiliki daya saing sehingga usahanya bisa terus berkembang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








