2 Pekan Sebelum Iduladha, Harga Daging Sapi Merangkak Naik

2 Pekan Sebelum Iduladha, Harga Daging Sapi Merangkak NaikIlustrasi daging merah - Reuters
29 Juli 2019 05:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang Hari Raya Iduladha harga daging sapi di pasar mulai merangkak naik. 

Pedagang daging sapi di Pasar Beringharjo, Waltiyem mengatakan kenaikan harga daging terjadi sejak Minggu (14/7) yang lalu, dan sudah diumumkan secara resmi. Waltiyem menuturkan edaran dari Persatuan Pengusaha Daging Sapi Segoroyoso (PPDSS), Pleret, Bantul menyatakan daging sapi murni mengalami kenaikan Rp5.000/kilogram (kg).  “Mengalami kenaikan ada dua kualitas. Untuk kualitas satu Rp125.000/kg dan kualitas duanya menjadi Rp115.000/kg. Memang selalu naik kalau mau kurban,” kata Waltiyem, Sabtu (27/7).

Saat menjelang kurban dikatakannya penjualan akan menurun hingga 10 hari setelah kurban. “Ini sudah mulai sepi jualannya sampai setelah kurban biasanya sepi, tetapi ya tetap jualan. Kalau sepi seperti ini laku 1,5 kuintal paling sehari. Kalau pas ramai ya dua kuintal lebih,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto mengatakan harga daging di pasaran cenderung stabil saat ini. “Kalau daging harga masih stabil, yang merangkak naik harga sapi hidup,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan harga, harga daging sapi di pasar Rp115.000/kg-Rp120.000/kg. Ia mengatakan dimungkinkan harga akan cenderung turun, lantaran pembeli akan berkurang karena mendapat daging gratis.

Saat disinggung terkait dengan kesehatan daging di pasar, dia menyatakan tak dapat berkomentar banyak. Sebab hal tersebut menjadi kewenangan Dinas Pertanian (Distan) DIY.