Asita DIY: Semua Perjalanan Wisata Dibatalkan

Asita DIY: Semua Perjalanan Wisata DibatalkanPeserta Mandiri Yogya Marathon 2018 melintas di kawasan Candi Prambanan, Minggu (15/4 - 2018).Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
28 Maret 2020 17:57 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia DIY semakin merasakan dampak Covid-19. Semua rencana perjalanan yang sudah dipesan jauh-jauh hari telah dibatalkan atau ditunda.

Ketua Asita DIY Udhi Sudiyanto mengatakan dengan merebaknya penyebaran Covid-19 di dunia dan Indonesia sudah mencapai titik yang sangat mengkahatirkan. Oleh karena itu diperlukan kesadaran dari semua pihak untuk bersama-sama saling membantu dan mencegah penyebarannya.

"Penyebaran virus ini menjadikan kekhawatiran wisatawan untuk melakukan perjalanan. Karena sudah barang tentu wisatawan ingin mendapatkan jaminan keamanan. Sehingga dengan alasan keamanan dan keselamatan banyak wisatawan menunda ataupun membatalkan kunjungannya," kata dia, Sabtu (28/3/2020).

Ia menjelaskan tingkat kekhawatiran tersebut berpengaruh terhadap wisatawan ke DIY. Tidak hanya dari negara atau wilayah yang mengalami pandemi, tetapi juga dari daerah atau negara yang tidak mengalami pandemi. Sehingga hal ini memengaruhi traffic kunjungan wisatawan.

Pada akhir Februari 2020, ia menyebutkan sudah muncul kekhawatiran pada booking yang sudah ada karena merebaknya wabah ini. Booking tamu untuk pun Maret mulai mengalami pembatalan ketika Presiden Jokowi mengumumkan adanya warga negara yang positif. Sehingga pembatalan pada saat itu diperkirakan sekitar 15–20%.

"Pada pertengahan Maret pembatalan dan rescheduling sudah mencapai 50- 70 persen. Dan akhirnya pembatalan sampai sekarang sudah mencapai 100 persen. Pembatalan kunjungan wisatawan periode saat ini sampai pada titik terendah. Artinya kami pada periode minggu sudah tidak memiliki tamu sama sekali," ujar dia.

Udhi menjelaskan untuk April pun sudah mengalami pembatalan wisatawan khususnya dari negara negara yang alami pandemi seperti Prancis, Jerman, Spanyol, Malaysia, Tiongkok.